Berita Terkini: Hakim Kasus Jesisca Wongso Sepakat Terim Suap?

0
910
Hakim Kasus Jesisca Wongso
Copyright┬ętribun

Berita Terkini: Hakim Kasus Jesisca Wongso Sepakat Terim Suap?

Indowarta.com– Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Raoul Aditya Wiranatakusumah telah melakukan suap kepada mantan PaniteraPengadilan Negeri Jakarta Pusat, Muhammad Santoso. Uang sebesar SGD 28 ribu terkait perkara perdata antara PT Mitra Maju Sukses (MMS) melawan PT. Kapuas Tunggal Persada (KTP), Raoul merupakan pengacara PT. KTP.

Dalam kasus ini, dakwaan terhadap Raoul ini telah memberikan suap itu agar Santoso bisa melobi Majelis Hakim tentang perkara perdata ini. Dalam Majelis Hakim ini, Hakim Kasus Jesisca Wongso yang menjadi ketua yakni Partahi Tulus Hutapea. Salah satu anggotanya adalah Casmaya. Diketahui bahwa saat ini Partahi tengah menangani kasus pembunuhan dengan terdakwa Jessica Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Pada hari Rabu 19 Oktober 2016, jaksa Iskandar Marawnto dalam dakwaannya di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta mengatakan bahwa pemberian tersebut bertujuan agar Raoul bisa memperngaruhi putusan perkara yang diserahkan kepada hakim untuk diadili.

Suap ini berawal pada saat Raoul yang telah menghubungi Santoso pada tanggal 4 April 2016 yang lalu. pada saat itu persidangan telah memasuki agenda pembuktian. Kemudian Raoul menyampaikan keinginannya kepada Santoso yang menjadi panitera pengganti untuk bisa memenangkan kasus ini. Dalam hal ini majelis hakim telah menolak gugatan dari PT. MMS.

Hakim Kasus Jesisca Wongso
Copyright┬ętribun

Kemudian dalah kontak tersebut, Santoso menyarankan kepada Raoul untuk langsung menghubungi Partahi saja selaku Ketua Majelis Hakim. Namun ketika ditemui oleh Raoul, Partahi sedang tidak berada di ruangan, lalu raoul menemui Casmaya yang merupakan Anggota Majelis Hakim. Pertemuan tersebut berlangsung pada tanggal 13 April 2016.

Kemudian pada awal Juni 2016, Raoul telah mengenalkan Yani kepada Santoso. Setelah itu Raoul mendelegasikan Yani untuk berkomunikasi dengan Santoso terkait dengan kasus PT. MMS melawan PT, KTP tersebut.

Pada pertengahan Juni 2016, Raoul telah menemui Partahi di pengadilan negerai Jakarta Pusat. Pada kesempatan itulah Raoul menyampaikan keinginannya untuk memenangkan kasus ini. Setelah disepakati, Raoul kemudian telah memberikan uang sebesar Rp 300 juta kepada Yani dan ditukarkan ke dalam mata uang Singapura yang menjadi SGD 30 ribu.

Uang sebesar SGD 30 ribu tersebut kemudian dipecah menjadi SGD 25ribu untuk hakim, SGD 3 ribu untuk Santoso dan yang 2 ribu SGD dikantongi oleh Yani.

Atas perbuatannya, Jaksa mendakwa Yani dengan Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

baca juga :

Berita Terkini: Hakim Yang Mengadili Kasus Jessica Wongso Terduga Suap?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here