Berita Terkini: KPK Akan Periksa Gubernur BI Dan Pihak Swasta Kasus E KTP Hari Ini !

    0
    687
    KPK
    Copyright©liputan6

    Berita Terkini: KPK Akan Periksa Gubernur BI Dan Pihak Swasta Kasus E KTP Hari Ini !

    indowarta.com– Komisi Pemberantas Korupsi atau KPK terkait degnan kasus dugaan korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk (KTP) berbasis nomor induk kepnedudukan secara nasional atau yang sering disebut dengan nama KTP elektronik ini telah menjadwalkan pemeriksaan. Dalam pemeriksaan ini, turut diperiksa juga Gubernur Bank Indonesia yakni Agus Martowardojo.

    Agus Martowardojo yang merupakan mantan menteri keuangan ini akan dimintai beberapa ketarngan dengan status saksi atas tersangka mantan Direktur Jenderal Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri yakni Irman.

    Tidak hanya Agus saja, KPK juga kana memeriksa beberapa nama lainnya yakni antara lain Kepala Bagian Fasilitas Pelayanan Publik PT. Sucofindo Nur Efendi, Karyawan Perum Percetakan Negera Republik Inonesia Agus Eko Priadi.

    WAJIB BACA :  Mata Kiri Novel Baswedan Kini Sudah Bisa Digunakan Untuk Mendeteksi Warna Cahaya!

    Lalu KPK juga akan memeriska Staf Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi yakni Husni Fahmi dan juga ada Sekretaris Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Drajat Wisnu Setyawan.

    KPK
    Copyright©harianbernas

    Pada hari Selasa 25 Oktober 2016 Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di Jakarta mengatakan bahwa mereka semua akan diperiksa sebagai saksi terkati degnan kasus dugaan korupsi pengadaan paket penerapan KTP elektronik untuk tersangka Irman.

    Dalam kasus dugaan korupsi ini, KPK sendiri telah menetapkan dua tersangka yakni Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto, dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman.

    WAJIB BACA :  Kemenhub Benarkan Anggota Kena OTT KPK!

    Karena diduga telah melakukan penyalagunaan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain, Irman telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Pada saat menjabat sebagai pelaksanan tugas Dirjen Dukcapil dan Dirjen Dukcapil, diduga bahwa Irman teleh menggelembungkan anggaran.

    Menurut KPK, proyek pengadaan KTP elektronik ini dinilai sebesar Rp 6 triliun. Sementara itu telah diduga akibat kasus ini negara telah menderita kerugian sebesar Rp 2 triliun. Hingga saat ini kasus ini masih dalam pengembangan.

    baca juga :

    Berita Terkini : Terkait Dugaan Korupsi E-KTP, Hari Ini Mantan Dirjen Dukcapil Diperiksa KPK !

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here