Berita Terkini: Kameramen Kompas TV Bukanlah Provokator Kerusuhan 4 November?

    0
    745
    Kameramen Kompas TV
    Copyright©okeinfo

    Berita Terkini: Kameramen Kompas TV Bukanlah Provokator Kerusuhan 4 November?

    Indowarta.com– Tudingan provokator yang telah ditujukankepada kamerawan Kompas TV Muhammad Guntur yang kini telah beredar luas di media sosial ini adalah sebuah hoax. Tudingan itu hadir pada setelah aksi damai 4 November yang telah diwarnai dengan kejadian ricuh di depan Istanan Merdeka, Jalan Merdeka Utara, sekitar pukul 19.00 WIB.

    Melalui pesan Whatsapp, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia atau MUI yakni Di Syamsuddin mengatakan bahwa dirinya mengenal sosok Guntur. Din mengatakan bahwa Guntur telah meliput di lapangan pada saat terjadi aksi damai 4 November 2016 kemarin dan Guntur bukanlah seorang provokator.

    Pesan dari Din ini telah mengklarifikasi tudingan yang telah ditujukan kepada Guntur yang sudah tersebar melalui pesan berantai. Din mengaku bahwa dirinya memang dengan sengaja menulis pesan untuk meluruskan informasi yang tidak benar.

    Kameramen Kompas TV
    Copyright©okezone

    Berikut adalah pesan lengkap yang telah ditulis oleh Din Syamsuddin.

    Ikhwany al-A’izza’,

    Wartawan dlm gambar di atas adalah Mas Muhammad Guntur, kamerawan Kompas TV, yg saya kenal. Dia meliput di lapangan Aksi Damai 4 November 2016 dan bukan provokator.

    Utk diketahui, Kompas TV adalah satu dari dua TV Berita Nasional yg menyiarkan secara langsung Aksi Damai secara objektif dan proporsional.

    Kebetulan pada sesi pra shalat Jum’at saya bersama Prof. Azra (Azyumardi Azra-red) menjadi narasumber di studio, dan pada sesi pasca shalat Jum’at Dr. Abdul Mukti, Sekum PP Muhammadiyah, dan Dr. Gun Gun Heryanto, dosen fakultas dakwah UIN Jakarta, yg jadi narasumber.

    Mohon maklum dan tdk disebarluaskan Kompas TV sbg anti Aksi Damai. Silakan lihat rekaman siarannya sepanjang hari Jum’at.

    Saya bahkan menyampaikan terima kasih atas peliputan Kompas TV yg simpatik.

    Syukran.

    Salam, Din Syamsuddin.

    Tudingan provokator

    Tudingan provokator diunggah akun Azzam Mujahid Izzulhaq di Facebook pada Sabtu, (5/11/2016). Ia menulis pada statusnya,

    “Provaktor kericuhan ini, sebelumnya ditangkap aparat kepolisian setelah melakukan aksi provokasi dengan melempar botol minuman dari arah demonstran ke arah petugas keamanan. Ia mengaku wartawan salah satu media (Kompas).

    Tetiba, sosok wajah dan tubuhnya hadir di Kompas TV dan telah berubah status menjadi korban kericuhan.”

    Yang terjadi sesungguhnya adalah Guntur pada saat itu tengah menjalankan tugas jurnalistiknya untuk mengambil gambar pada saat kericuhan tersebut terjadi. Sebagai seorang jurnalistik, Guntur melakukan reportase yang telah dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

    Secara tiba-tiba ada lemparan botol air mineral dari arah massa ke arah polisi yang kemudian disusul oleh aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dan juga polisi. Pada saat Guntur ingin mengambil gambar, tiba-tiba ada salah satu pengunjuk rasa yang menghardik dirinya. Pengunjuk rasa tersebut berkata “ngapain lu ngambil gambar?”. Kemudian Guntur ditarik oleh sekelompok pengunjuk rasa itu ke tengah kerumunan. Selain itu kartu identitas wartawan dan juga memory card juga telah dirampas.

    baca juga :

    Berita Terkini: 1 Korban Meninggal dan 75 Orang Luka-luka Akibat Kerusuhan 4 November !

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here