Berita Hari Ini : Kronologi Bom Samarinda di Gereja Oikumene, Pelaku Dipastikan Terima Hukuman Berat

0
1256
Bom Samarinda
Copyright©detik

Berita Hari Ini : Kronologi Bom Samarinda di Gereja Oikumene, Pelaku Dipastikan Terima Hukuman Berat

Indowarta.com– Pada hari Minggu 13 November 2016 sekitar pukul 10.00 WITA telah terjadi pengeboman di Gereja Oikumene, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Empat anak yang masih berusia dibawah lima tahun telah menjadi korban Bom Samarinda.

Mereka yang menjadi korban adalah jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Samarinda Sebrang. Sebelumnya pihak polisi telah menyebutkan bahwa korban berjumlah lima orang.

Empat baita tersebut kini telah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Ibu Anak Moeis. Balita yang telah menjadi korban tersebut adalah Intan Olivia Banjarnahor, 2,5 tahun, Alvaro Sinaga (5), Trinity Hutahayan (3), dan Isabel Sihotang. Dua korban balita yang mengalami luka bakar serius yakni Trinity dan Intan Olivia kini telah dirawat di RSUD AW Syahrani untuk mendapatkan penanganan lebih serius.

Ledakan tersebut terjadi setelah ibadah sudah selesai. Salah satu jemaat dari HKBP yakni mawarni Hutahayan mengatakan bahwa pada saat itu jam dinding telah menunjukkan sekitar pukul 09.50 WITA. Pada saat dirinya menuju ke pintu keluar secara mengejutkan ada ledakan di teras gereja.

Bom Samarinda
Copyright©tribun

Setelah ledakan terjadi semua jemaat yang yang berada di tempat kejadian merasa sangat panik. Lalu Mawarni teringat bahwa banyak anak jemaat gereja terebut yang sedang bermain di teras gereja. Mereka bermain tepat di lokasi terjadi ledakan itu. Dirinya mengaku bahwa dirinya sempat mengalami shock karena ledakan tersebut.

Aksi teror yang terjadi di Gereje Oikumene ini merupakan aksi teror yang pertama kali di tempat tersebut. Kepala Kepolisian Resor Samarinda Komisarit Besar Setyobudi Dwi Putro pada hari Minggu 13 November 2016 mengatakan bahwa ini merupakan aksi teror yang pertama kali di Samarinda.

Menurut Setyobudi kerukunan antar umat beragama di Samarinda ini telah terjalin secara harmonis. Selama ini tidak ada masalah yang terkait dengan SARA yang melanda Samarinda. Pelaku pada saat menjalankan aksinya itu mengenakan baju dan celana berwarna hitam dan melemparkan bom molotov yang langsung meledak di tempat.

baca juga :

Berita Hari Ini: Beredar Video Hot Pelajar Lagi “Main Kuda Kudaan” di Kuburan ini Bikin Heboh !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here