Pemasangan Spanduk ‘Tangkap Ahok’ Atas Persetujuan Haji Lulung?

0
3263
Tangkap Ahok
Copyright©kompas

Pemasangan Spanduk ‘Tangkap Ahok’ Atas Persetujuan Haji Lulung?

Indowarta.com– Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yakni Abraham Lulung Lunggana mengatakan bahwa spanduk yang bernama propokatif yang ditujukan oleh Basuki Tjahaja Purnama telah dipasang oleh Kerukunan Anaka Tanah Abang atau Kuat. Warga sendiri sudah meminta persetujuan dari Lulung sebelum melakukan pemasangan spanduk tersebut.

Lulung pada saat dikonfirmasi pada hari Senin 14 November 2016 mengatakan bahwa spanduk tangkap Ahok itu merupakan ekspresi dari anak-anak Tanah Abang. Spanduk tersebut dipasang di dekat tempat Lulung dan dirinya juga telah memberikan ijin. Lulung bialng agar spanduk dipasang sampai tangagl 25 November.

Namun Lulung mengatakan bahwa Pemerintah Provini DKI Jakarta sendiri terkesan resah dengan adanya spanduk tersebut. Lulung pun merasa heran dengan hal tersebut karena selama ini Ahok lebih sering berkata provokatif seperti di spanduk tersebut.

Lulung mengatakan bahwa sebenarnya warga Tanah Abang hanya ingin pihak polisi untuk serius dalam menyelidiki kasus dugaan penistaan agama yang ditujukan kepada Ahok. Lalu mengenai tulisan dari spanduk tersebut yang bernada propokatif, Lulung menyebutkan bahwa hal ini seharusnya tidak menjadi pesoalan.

Tangkap Ahok
Copyright©nahimunkar

Lulung mengatakan “Ini sama enggak kayak bahasa waktu demo ratusan ribu orang kemarin? Sama kan. Masa satu spanduk saja dimasalahi. Ratusan ribu orang pasang itu enggak apa-apa, masa anak Tanah Abang enggak boleh,”.

Spanduk tersebut telah dipasang pada hari Jumat 11 November 2016 terpampang di pinggir Jalan Fachrudin, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Dinilai tulisan yang ada di dalam spanduk tersebut bernada provokatif. Spanduk tersebut telah berisikan tentang ajakan untuk menangkap Gubernur DKI Jakarta Nonaktif yakni Basuki Tjahaja Purnama atau yang sering disapa dengan nama Ahok.

Spanduk yang bernada provokatif itu telah dibentangkan di papan dan juga diletakkan di pinggir jalan di sebelah bangunan Apartemen Boulevard. Letak tersebut berada persis di depan sebuah akses masuk sebuah ruko.

Untuk saat ini gelar perkara atas kasus dugaan penistaan agama ini digelar pada hari ini yakni Selasa 15 November 2016. Dalam gelar perkara ini, Ahok lebih memilih untuk tidak hadir.

baca juga :

Berita Terkini: Ahok Pilih Blusukan Ketimbang Hadiri Gelar Perkara Kasusnya Di Mabes Polri Hari Ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here