Berita Terkini: Presiden Jokowi Diminta Untuk Tuntaskan Konflik Rohingya!

0
874
Rohingya
Copyright©asianews

Berita Terkini: Presiden Jokowi Diminta Untuk Tuntaskan Konflik Rohingya!

Indowarta.com- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau KAMMI telah mengecam keras serangan yang telah dilakukan oleh militer Myanmar terhadap etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Penyerangan oleh militer terhadap etnis Rohingya ini bisa dibilang merupakan yang terparah sejak tahun 2012 yang lalu karena pada penyerangan ini disertai dengan pembakaran terhadap rumah etnis Rohingya.

Berdasarkan dari Arakan Rohingya National Organization yang memperoleh infomrasi dari masyarakat setempat menyebutkan bahwa serangan telah dimulai semenjak bulan Oktober ini. Setidaknya serangan itu telah menewaskan 150 korban jiwa dan membuat ribuan lainnya kehilangan tempat tinggalnya. Sampai Akhir pekan ini telah dilaporkan bahwa ratusan etnis Rohingya telah berusaha untuk melarikan diri dari Myanmar menunju ke Bangladesh.

Rohingya
Copyright©cfr

KAMMI menilai bahwa kejadian ini merupakan ironi karena pelanggaran HAM justru dilakukan oleh negara. Kepala Departemen Kajian Internasional Pimpinan Pusat KAMMI, Hidayah Sunar Perdanastuti dalam keterangan tertulisnya para hari Minggu 20 November 2016 mengatakan bahwa segala bentk tekanan represif yang dilakukan dan dilegitimiasi oleh Pemerintah Myanmar merupakan kejahatan yang bertentangan dengan nilai HAM universal. Sebab Hak Asasi Manusia terutama terkait dengan hak untuk hidup, hak untuk bebas dari rasa takut adalah hal yang harus dijaga bersama.

Hidayah juga mengatakan bahwa jaminan terhadap HAM yang seharusnya dijamin oleh negara, namun yang terjadi di Myanmar adalah pelanggaran HAM justru dilakukan dan dilegitimasi oleh negara. Menurut KAMMI, etnis Rohingya telah mengalami penindasan sejah rezim militer di Myanmar telah berkuasa.

Sudah puluhan tahun mereka mendapatkan kekerasan di negeri sendiri. selain itu mereka juga terlunta-lunta mengungsi ke negara lain untuk mencari perlindungan. Namun hingga saat ini PBB dan juga ASEAN masih belum mampu untuk memberikan solusi terhadap ernis Rohingya.

Kemudian Kartika Nur Rakhman yang merupakan Ketua Umum PP KAMMI pada hari Minggu 20 November 2016 di Jakarta mengatakan bahwa PBB  dan ASEAN selalu mentok apabila soal Rohingya. Oleh sebab itu pihaknya mendesak pemerintah Indonesia dalam hal ini adalah presiden Joko Widodo untuk menginiasi pembahasan agar PBB dan ASEAN mengubah pendekatannya agar memiliki suatu meakanisme yang efektif untuk memberikan solusi kekerasan yang terjadi terhadap etnis Rohingya.

baca juga :

Berita Terkini: ACTA Laporkan Ahok Soal Pernyataan Demo 4 November Dapat Bayaran Rp 500 Ribu !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here