Berita Terkini: Demi Menjaga Ketertiban Umum, Kapolri Larang Aksi 2 Desember Ataupun 25 November !

0
1157
tito karnavian

Berita Terkini: Demi Menjaga Ketertiban Umum, Kapolri Larang Aksi 2 Desember Ataupun 25 November !

Indowarta.com– Kepala Kepolisian RI yakni Jenderal Tito Karnavian  telah mengisyaratkan bahwa pihaknya tidak akan memberikan izin terkait dengan aksi demo pada tanggal 2 Desember nanti. Dirinya mengakui bahwa kegiatan dalam berbebtuk Sholat Jumat sepanjang jalan Sudirman – Thamrin Jakarta ini adalah wujud dari penyampaian pendapat di muka umum.

Tito mengatakan bahwa penyampaian pendapat ini memang merupakan hak konstitusi. Namun hal itu bukan berarti hak tersebut bersifat absolute. Dengan beberapa alasan, Mabes Polri pun juga telah melarang aksi tanggal 2 Desember itu dalam bentuk gelar sajadah sholat Jumat sepanjang jalan Thamrin dan Sudirman, Jakarta.

Tito mengatakan bahwa menyikapi aksi tanggal 2 Desember 2016 nanti, akan ada kegiatan yang disebut dengan bela Islam ketiga dalam bentuk gelar sajadah Sholat Jumat di Jalan Thamrin. Kegiatan tersebut merupakan penyampaian pendapat di muka umum hak konstitusi namun tidak bersifat absolut.

Tito Karnavian

Menurut Tito, terdapat beberapa batasan dalam penyampaian pendapat di muka umum. Yang pertama adalah tidak dilakukan dengan mengganggu hak asasi orang lain dengan menutup jalan protokol. Yang kedua adalah penyampaian pendapat di muka umum ini tidak boleh mengganggu ketertiban umum. Tito mengatakan “Yang kedua (jangan) mengganggu ketertiban umum, ibu-ibu mau melahirkan terganggu, angkutan bisa terganggu, bisa memacetkan Jakarta,”.

Maka dari itu pihaknya telah memberikan larangan terhadap aksi yang bernama Bela islam Ketiga ini yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2016 nanti. Jika memang masih melakukan perlawanan, maka akan dibubarkan.

Tito menegaskan bahwa Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M Iriawan akan mengeluarkan maklumat untuk melarang aksi 2 Desember 2016. Selain itu Maklumat ini juga akan dikeluarkan oleh Kapolda lain untuk mencegah massa diberangkatkan ke Jakarta. Tito menegaskan bahwa Aksi yang bernama Bela Islam Ketiga pada tanggal 2 Desember di Jalan Sudirman – MH. Thamrin dipastikan dilarang. Aksi tersebut digelar terkait dengan kasus yang menyeret nama Ahok tentang dugaan penistaan agama.

baca juga :

Berita Terkini: Hasil Validasi E PUPNS Temukan Adanya Indikasi 601 PNS Ilegal !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here