Berita Terkini: Penduduk Muslim Rohingya Disiksa Militer Myanmar, Sikap Aung San Suu Kyi Dinilai Bikin Malu!

0
7991
Aung San Suu Kyi Copyright©Reuters

Penduduk Muslim Rohingya Disiksa Militer Myanmar, Sikap Aung San Suu Kyi Dinilai Bikin Malu!

Indowarta.com – Aung San Suu Kyi, pemimpin partai yang berkuasa dan pernah meraih Hadiah Nobel Perdamaian saat menjadi korban penindasan junta militer ketika menjadi pemimpin oposisi Myanmar yang diharapkan mampu membela komunitas tertindas di Myanmar saat ini dikritik keras karena bungkam melihat komunitas Rohingya dianiaya. Penganiayaan yang dilakukan anggota militer Myanmar terhadap komunitas Muslim Rohingya telah disorot oleh PBB sebagai salah satu komunitas yang paling teraniaya.

Namun, pemerintah Myanmar menyangkal jika militernya melakukan penganiayaan, pembunuhan, pemerkosaan dan penjarahan terhadap warga Rohingya. Padahal, berbagai bukti menyatakan sebaliknya.

Tentara Myanmar mengaku menembak mati setidaknya 25 orang di desa-desa muslim kawasan Rohingya. Diberitakan BBCIndonesia, tentara Myanmar mengarahkan helikopter tempur dan menembaki desa-desa di negara Rakhine. Setidaknya 8 orang, termasuk 2 serdadu, tewas.

militer setempat, serangan tersebut merupakan operasi pembersihan yang menyasar kaum militan bersenjata. Tetapi gambar dan video di media sosial menunjukkan, korban tewas itu ternyata juga menimpa perempuan dan anak-anak. Selain itu sejumlah desa di kawasan Rakhine juga terbakar akibat serangan itu.

Menurut foto yang di rilis oleh Human Rights Watch dilaporkan setidaknya ada 430 bangunan yang terbakar. Menurut aktivis Rohingya pemerintah berusaha sistmatis untuk mengusir minoritas Muslim dari desa- desa mereka.

Myanmar menyebut menyerang Rohingya merupakan langkah populer bagi militer setelah kaum Rohingya tidak disukai oleh banyak orang Burma yang menganggap mereka imigram illegal dari Bangladesh.

Banyak kritikan keras yang muncul, salah satunya dari media Bangladesh, Dhaka Tribune dalam editorialnya yang berjudul “Come together for the Rohingyas” yang berisi penaklukan dan penindasan brutal terhadap komunitas Rohingya terus terjadi meskipun dalam pemerintahan Aung San Suu Kyi,ini merupakan realita yang mengerikan dari komunitas minoritas yang mendiami Negara bagian Rakhine, Myanmar.

Bangladesh mengancam keras pemerintah Suu Kyi, karena komunitas Rohingya yang menjadi korban penganiayaan militer Myanmar hendak melarikan diri ke Bangladesh. Yang lebih menjadi masalah yaitu bagaimana Myanmar bisa terus menyangkal padahal bukti menyatakan sebaliknya, sungguh memalukan bangsa itu terus berperilaku seperti ini meskipun banyak kemarahan internasional terhadap taktik yang dinilai sangant tidak manusiawi itu.

Pemerintah Bangladesh berencana akan menjatuhkan sanksi perdagangan yang ketat pada Myanmar kecuali komunitas Rohingya diperbolehkan kembali ke tanah air mereka dan diberikan hak yang sama sebagai warga Negara Myanmar.

Dunia tidak bisa hanya berpangku tangan melihat penganiayaan yang terus terjadi pada komunitas Rohingya, Myanmar.

Baca Juga: Presiden Jokowi Diminta Untuk Tuntaskan Konflik Rohingya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here