Berita Terkini: Pemerintahan Presiden Jokowi Dinilai Berlebihan Saat Tuding Aksi 25 November dan 2 Desember Tergolong Makar !

0
1059
Berita Terkini: Pemerintahan Presiden Jokowi Dinilai Berlebihan Saat Tuding Aksi 25 November dan 2 Desember Tergolong Makar !
Copyright ©News Okezone

Pemerintahan Presiden Jokowi Dinilai Berlebihan Saat Tuding Aksi 25 November dan 2 Desember Tergolong Makar !

Indowarta.com – FPI dan sejumlah organisasi islam lainnya direncanakan akan mengadakan unjuk rasa menuntut agar Ahok ditahan pada 2 Desember 2016 mendatang. Tuduhan adanya rencana makar dibalik demonstrasi 25 November dan 2 Desember mendatang diragukan oleh pengamat karena tidak ada indikasi dan persyaratan politik yang mengarah penggulingan terhadap pemerintahan yang sah.

Menurut peneliti dan pengamat politik LIPI, Siti Zuhroh pada senin (21/11) malam tidak ada oposisi yang signifikan, karena di luar pemerintahan itu Partai Gerindra, PKS, dan Partai Demokrat. Karena dari segi pendukung Jokowi yang relative lebih banyak, kekuatan politik kelompok oposisi sangat sulit sekali terjadi untuk memakzulkan Presiden Jokowi.

Jika dilihat hubungan Jokowi dan Prabowo cair secara politik, lantas apalagi yang perlu di curigai, terang Siti Zuhroh.

Berita Terkini: Pemerintahan Presiden Jokowi Dinilai Berlebihan Saat Tuding Aksi 25 November dan 2 Desember Tergolong Makar !
Copyright ©Merdeka

Saat jumpa pers senin (21/11), Kapolri Jendral Tito Karnavian menengarai ada rencana makar yang akan dilakukan pada 25 November dan 2 Desember mendatang yang akan digelar sejumlah massa yang berlabel Islam. Selain itu di duga ada upaya tersembunyi dari kelompok yang ingin menguasai dan masuk ke DPR.

Demo 2 Desember tidak lagi tentang kasus hukum dugaan penistaan agama yang dilakukan  oleh gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Melainkan ada unsur politik.

Kapolri sudah melakukan upaya-upaya dan rapat yang sudah dipelajari. Dengan agenda-agenda lain diantaranya adalah upaya untuk melakukan makar. Selain Kapolri ada Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo yang  menanggapi unjuk rasa 2 Desember mendatang.

Tetapi menurut Siti Zuhro, pernyataan Kapolri yang menengarai adanya rencana makar itu lebih didasari kekhawatiran jika jumlah pendemo lebih besar dibandingkan dengan jumlah personel polisi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hal itu didasarkan pengalaman waktu mengamankan unjuk rasa 4 November lalu.

Jumlah pendemo yang besar akan membuat kerepoan Polri meskipun sudah ditambah dengan anggota TNI. Oleh karena itu, rencana makar oleh kelompok tertentu dalam unjuk rasa menuntut penahanan Ahok yang sudah menjadi tersangka dugaan penistaan agama lebih didasari rumor belaka.

Seharusnya dalam bernegara tidak hanya semacam diwarnai oleh rumor,fitnah, dan praduga politik yang luar biasa. itu didasarkan pada tuduhan serupa dalam unjuk rasa 4 November, tetapi siapa yang di maksud tetaplah masih belum jelas. Hingga sampai sekarang siapa yang dimaksud masih saling bertanya-tanya.

Menurut Presiden Jokowi saat bertemu dengan Ketua umum Megawati Soekarnoputri di Istana Merdeka bahwa dibalik unjuk rasa 4 November lalu ada aktor politik yang berada di baliknya, dan mungkin saja itu juga terjadi dalam aksi unjuk rasa 2 Desember nanti.

Meskipun dalam setiap pilkada menghangat, pasti ada yang menunggangi untuk kepentingan-kepentingan yang lainnya. Selain itu juga ada aktor politik yang memanfaatkan situasi ini. piminan FPI membantah bahwa aksi unjuk rasa 2 Desember mendatang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Jokowi.

Ditegaskan lagi bahwa unjuk rasa akan di konsentrasikan di bundaran HI saja. kepolisian juga berjanji akan menyelesaikan kasus penistaan agama ini dengan secepatnya. Karena berkas penyidikan sudah diserahkan kepada jaksa penuntut untuk segera diproses.

Baca juga Berita Terkini: Selain Polri, MUI Klaim Demo 2 Desember Nanti Bakalan Banyak Mudaratnya daripada Manfaatnya !

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here