Berita Terkini: Bahas Aksi 2 Desember, Habib Rizieq Syihab dan Bachtiar Nasir Sambangi MUI !

0
1141

Berita Terkini: Bahas Aksi 2 Desember, Habib Rizieq Syihab dan Bachtiar Nasir Sambangi MUI !

Indowarta.comРPengurus Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) MUI telah bertandang ke kantor MUI. Mereka hendak melakukan koordinasi mengenai aksi 2 Desember 2016.  Ketua GNPF MUI yakni Habib Rizieq beserta dengan koordinator aksi Bachtiar Nasir datang ke kantor MUI di Jalan proklamasi, Jakarta Pusat pada hari Selasa 22 November 2016 pagi.

Rizieq telah terlebih dahulu meninggalkan kanto MUI. Kemudian tidak lama kemudian telah disusul keluar oleh Bachtiar Nasir. Setelah menggelar pertemuan, Bachtiar mengatakan bahwa pada hari ini Cuma koordinasi saja dengan Majelis Ulama Indonesia mengenai rencana 2 Desember.

Sementara itu dari pihak MUI sendiri masih belum memberikan komentar mengenai pertemuan yang telah digelar bersama dengan Habib Rizieq dan Bachtiar ini. MUI telah menggelar konferensi pers untuk menyikapi situasi terkini.

Sementara itu dalam sebuah konferensi pers yang telah digelar pada hari Senin 22 November 2016 kemarin Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah mengatakan bahwa akan ada agenda makar atau penhatuhan pemerintah yang sah pada aksi 25 November. Selain itu karena dinilai akan mengganggu ketertiban umum, aksi 2 Desember itu juga akan mendapatkan larangan.

Tito mengatakan bahwa penyampaian di muka umum memnag merupakan hak konstitusional dari warga. Namun hak ini tidak bersifat absolut.

Aksi 2 Desember
Copyright©bataranews

Ada empat batasan dalam UU yang tidak boleh dilanggar. Yang pertama adalah tidak boleh mengganggu hak asasi orang lain. Yang kedua adalah tidak mengganggu ketertiban umum. Dalam penilaian kepolisian, oleh sebab itu aksi 2 Desember itu dilarang.

Jika masih dilaksanakan maka polisi akan membubarkan aksi tersebut. jika tidak mau dibubarkan makan akan dilakukan tindakan dan juga akan mendapatkan ancaman hukuman dari pasal 221, 212 KUHP sampai 218 KUHP. Yaitu melawan petugas. Kalau melawan satu orang 212 KUHP, melawan lebih dari tiga orang 213 KUHP, melawan sampai ada korban luka dari petugas 214 KUHP ancamannya berat, itu diatas lima tahun, tujuh tahun kalau ada korban luka dari petugas.

baca juga :

Berita Terkini: Hasil Validasi E PUPNS Temukan Adanya Indikasi 601 PNS Ilegal !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here