Berita Terkini: Pengeroyokan Gadis Di Pinrang Ternyata Dipicu Oleh Utang Senilai Rp 75.000 dan Status FB !

0
1243
Video Youtube
Copyright©youtube

Berita Terkini: Pengeroyokan Gadis Di Pinrang Ternyata Dipicu Oleh Utang Senilai Rp 75.000 dan Status FB !

Indowarta.com– Peristiwa pengeroyokan seorang remaja perempuan yang bernama Riska alias Aska 16 tahun asal Kelurahan Pekkbata, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang ternyata hanya dipicu tentang utang sebesar Rp 75 ribu.

Hal itu berdasarkan dari pengakuan dari korban pada saat konfirmasi beberapa awak media di Mapolres Pinrang di Jalan Bintang No.3 Kecamatan Watang Sawitto pada hari Senin 21 November 2016. Riska mengatakan bahwa ada utangnya Nelda yang merupakan salah satu pelaku Rp 75 ribu dengan dirinya. Sudah lama dirinya tidak membayarnya.

Riska menyebutkan bahwa sudah berkali-kali dirinya dijanji terkait dengan uang sebesar Rp 75 ribu itu. Namun masih juga belum dibayar. Hal itulah yang membuat Riska merasa sebal. Riska yang merasa jengkel kemudian mengupload foto di media sosial Fb disertai dengan kata-kata kotor.

Video Youtube
Copyright©youtube

Kasatreskrim Polres Pinrang yakni AKP M Nasir telah membenarkan hal tersebut. keterangan tersebut telah diberikan oleh korban pada saat penyelidikan. Nasir mengatakan bahwa Riska telah mengupload foto tersebut dengan menggunakan akun media sosial yang bernama Riska X Behell. Namun pada saat ini postingan tersebut sudah dihapus.

Terkait dengan kasus

 ini polisi telah menetapkan ada empat tersangka. Empat tersangka tersebut adalah ND 18 tahun, SL 15 tahun, RN 17 tahun dan EN 20 tahun. Namun salah satu tersangka yangi EN 20 tahun ini telah dipulangkan oleh pihak Polres Pinrang.

EN telah dipulangkan ke rumahnya yang berada di Kelurahan Data, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang. EN telah dipulangkan karena sedang sakit dan dalam keadaan hamil 4 bulan. Walaupun EN sudah dipulangkan, hal ini bukan berarti status EN sebagai tersangka ini akan dihapus begitu saja.

EN tetap menjadi tersangka namun tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya dibawah empat tahun. EN telah dijerat dengan pasa 56 KUHP tentang pembiaran atau membantu melakukan kejahatan. Kasus ini masih akan terus diproses.

baca juga :

Berita Terkini: Indonesia Akan Bantu Muslim Rohingya !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here