Berita Terkini:Walau Dilarang Kapolri dan Presiden, Aksi Demo2 Desember Akan Tetap Dilaksanakan?

0
2527
Rizieq Syihab
Copyright©tmpo

Berita Terkini:Walau Dilarang Kapolri dan Presiden, Aksi Demo2 Desember Akan Tetap Dilaksanakan?

Indowarta.com– Pemerintah beserta dengan MUI telah meminta tidak ada lagi aksi demo setelah tanggal 4 November 2016 kemarin. Ketua Dewan Pembina GNPF MUI yakni Habib Rizieq telah menyatakan bahwa tidak ada pihak yang boleh melarang aksi demo.

Rizieq mengatakan bahwa pada tanggal 2 Desember adalah unjuk rasa yang dilindungi oleh UU Nomor 9 tahun 1998, siapapun orang di Indonesia tidak boleh melarang atau menghadang unjuk rasa yang dijamin oleh UU walaupun presiden sekalipun.

Hal tersebut telah disampaikan oleh Rizieq di kantor Bareskrim sementara yakni di gedung Kementerian Kelautan Perikanan Jakarta Pusat pada hari Rabu 23 November 2016. Pada saat ini Rizieq baru saja diperiksa sebagai ahli di dalam kasus dugaan penistaan agama yang telah menjeral Gubernur DKI Jakarta Nonaktif yakni Basuki Tjahaja Purnama atau yang sering disapa dengan nama Ahok.

tito karnavian

Bahkan dalam pasal 18 ayat 1 dan 2 UU 9 menyebutkan bahwa siapa yang akan menghalangi atau menghadang unjuk rasa damai dengan kekerasan yang dilindungi oleh UU itu akan dipidana satu tahun penjara. Rizieq mengatakan “Jadi sekali lagi, aksi 212 adalah aksi unjuk rasa yang dilindungi dan dijamin oleh Undang-undang”.

Sementara itu Jenderal Tito Karnavian sebelumnya telah menyatakan bahwa aksi demontrasi pada tanggal 2 Desember itu rencananya akan diawali dengan sholat Jumat yang digelar di Jalan Sudirman Thamrin itu telah dilarang. Larangan ini diterbtikan dengan tujuan menjaga ketertiban umum.

Selain itu MUI sendiri juga telah menghimbau agar aksi demo 2 Desember itu tidak dilaksanakan. MUI telah meminta agar diplomasi dan juga musyawarah harus dikedepankan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan juga panglima TNI yakni jenderal Gatot Nurmantyo telah menengarai adanya rencana makar di balik aksi demo yang akan digelar oleh beberapa organisasi pada 25 November dan 2 Desember mendatang.

Tito mengatakan bahwa Polri bersama dengan TNI akan mengambil tindakan mengingat aksi makar diberikan sanksi sebagaimana telah diatur oleh Pasal 104, 105, 106, dan 107 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

baca juga :

Berita Terkini: Ahok Akan Mulai Diperiksa Sebagai Tersangka Kasus Penistaan Agama Hari Ini !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here