Berita Terkini: Lantaran Terlibat Kampanye Pilkada DKI Jakarta, Puluhan PNS Ini Langsung Kena Sanksi !

0
1836
menpan-kaji-peraturan-pemerintah-tentang-layanan-publik-tetap-buka-di-hari-sabtu-minggu-jam-kerja-pns-ditambah
Copyright©PortalPNS

Lantaran Terlibat Kampanye Pilkada DKI Jakarta, Puluhan PNS Ini Langsung Kena Sanksi !

Indowarta – Sumarsono selaku Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta memberikan sanksi kepada 36 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terlibat politik praktis seperti mengikuti kampanye kandidat dalam Pemilihan Kepala Daerah 2017.

Sumarsono (Soni) mengatakan jika sanksi tersebut diberikan untuk menjaga netralitas aparatur sipil negara di birokrasi Pemprov DKI Jakarta. Dirinya terpaksa memberikan sanksi tegas kepada beberapa PNS maupun non PNS. Ada juga yang harus diputus kontraknya karena terlibat politik praktis seperti kampanye.

Soni mengungkapkan bahwa pekan lalu saja dirinya sudah memberikan sanksi berat kepada tiga Pegawai Negeri Sipil. Mereka diberhentikan dengan hormat. Sementara itu 33 lainnya diberikan sanksi ringan berupa penurunan jabatan, penundaan jabatan atau berupa teguran secara tertulis.

WAJIB BACA :  Makassar Masih Kekurangan 1850 PNS!
Berita Terkini: Lantaran Terlibat Kampanye Pilkada DKI Jakarta, Puluhan PNS Ini Langsung Kena Sanksi !
Copyright©Tribunnews

Selain PNS, ada juga sebanyak 63 pekerja harian (PHL) dari pasukan oranye Dinas Kebersihan yang diskors karena tidak bersikap netral. PHL tersebut tersebar di Kecamatan Kemayoran dan Johor Baru. Jumlah tersebut diperkirakan akan naik pekan ini seiring dengan kampanye calon Gubernur yang masih berlangsung.

Tidak hanya PNS, PHL juga diberhentikan sementara kontraknya dan diputus permanen karena terlibat kampanye salah satu calon Gubernur. Soni juga akan memantaukinerja PNS selama Pilkada ini. Bagi PNS yang terindikasi tidak netral, nantinya dia akan memberikan skors selama tiga bulan dan tidak menerima gaji serta tunjangan kinerja daerah (TKD).

Jika dalam waktu tiga bulan dalam masa skorsing masih bersikap tidak netral, maka akan dipecat. Bergantung pada yang dilakukan dalam dua bulan ini. Dalam apel Saber Pungli tersebut Soni memastikan kesiapan daripersonel dan sarana prasarana untuk menghadapi Pilkada dan potensi bencana di Jakarta. Apel tersebut diikuti oleh 9.937 orang.

WAJIB BACA :  Makassar Masih Kekurangan 1850 PNS!

Tim Saber Pungli tersebut akan diisi oleh 100 intelejen yang bakal tersebar di seluruh pelayanan publik di Jakarta. Intel itu akan menyamar agar dapat mendeteksi pungli. Soni menjelaskan bahwa tidak perlu di umumkan siapa orangnya, pakaian apa. Bisa juga dia penjual rokok, tukang parkir aka nada penyamaran. Sebenarnya jauh- jauh hari Ahok sudah mengancam akan memecat Pegawai Negeri Sipil yang tidak netral dalam Pilkada DKI 2017 mendatang.

Baca juga Berita Terkini: Bukannya Menurun, Kans Ahok Usai Ditetapkan Jadi Tersangka Malah Akan Naik Di Pilkada DKI ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here