Berita Terkini: Mengapa Ibu Gadis Korban Penganiayaan Di Pinrag Tak Melapor Ke Polisi?

0
1035
Penganiayaan Di Pinrang

Berita Terkini: Mengapa Ibu Gadis Korban Penganiayaan Di Pinrang Tak Melapor Ke Polisi?

Indowarta.com– Ris 15 tahun yang merupakan korban penganiayaan di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan yang videonya sempat menjadi viral di situs media sosial Fb mengaku bahwa hingga pada saat ini masih merasakan rasa sakit di beberapa bagian tubuhnya karena telah mendapatkan beberapa pukulan dan tendangan dari para pelaku.

Hal ini telah diungkapkan oleh Ris pada saat mendatangi Mapolres Pinrang guna melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pada hari Rabu 23 November 2016 kemarin. Ris mengatakan “Badanku masih sakit-sakit. Mungkin karena pukulan dan tendangan waktu kejadian”.

Sementara itu ayah dari Ris yang bernama La Liong telah mengatakan bahwa dirinya saat ini menyerahkan semua penanganan atas kasus yang menerpa anaknya ini kepada pihak yang berwajib. Liong mengatakan “Semuanya saya serahkan penanganannya kepada pihak yang berwajib”.

Penganiayaan Di Pinrang

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pinrang yakni Aiptu Kaharuddin Syah telah mengatakan bahwa ibu kandung dari korbang Penganiayaan Di Pinrang yakni bernama I Bolong 60 tahun juga mengikuti proses pemeriksaan. Pemeriksaan ini terkait dengan alasan orangtua korban yang tidak melaporkan kejadian yang telah menimpa anaknya sendiri itu.

Kaharuddin Syah mengatakan “Iya, ibunya juga kita periksa. Pemeriksaannya itu karena kami ingin tahu kenapa tidak melapor setelah anaknya dianiaya,”. Berdasarkan dari hasil pemeriksaan tersebut, Kaharuddin mengatakan bahwa telah terungkap selama ini sang anak tidak pernah menceritakan tentang penganiayaan yang telah terjadi pada hari Rabu 2 November 2016 itu sekitar pukul 15.00 WITA. Kejadian Penganiayaan Di Pinrang ini terjadi di sekitar SMPN 5 Duampanua, Pinrang.

Kaharuddin mengatakan setelah video tersebut sudah menjadi viral di media sosial dan juga ada anggota dari Polsek yang telah menemui, barulah sang ibu tahu bahwa anaknya telah menjadi korban penganiayaan.

Kaharuddin mengatakan “Ris diancam akan dianiaya lebih parah lagi jika menceritakan kejadian itu kepada orang lain”. Kini para pelaku penganiayaan ini telah dijerat dengan pasal berlapis. Salah satunya adalah pasal tentang penistaan agama karena telah mencopor kerudung korban dan membuangnya ke sungai.

baca juga :

Berita Terkini: Pengeroyokan Gadis Di Pinrang Ternyata Dipicu Oleh Utang Senilai Rp 75.000 dan Status FB !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here