Berita Terkini: Hasil Pantauan FB dan Twitter Temukan Seorang Penyebar Isu Rush Money, Siapa?

0
2486
pebyebar-isu-rush-money
Copyright ©Suara

Hasil Pantauan FB dan Twitter Temukan Seorang Penyebar Isu Rush Money, Siapa?

Indowarta.com – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus terus menelusuri dan menyelidki siapa penyebar isu rush money. Satu orang penyebar isu ini saat ini sudah berhasil ditangkap. Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan terkait isu hoax rush money, satu orang penyebar isu tersebut sudah ditangkap.

Tetapi Boy belum membeberkan lebih rinci soal identitas pelaku dan lokasi di tangkapnya pelaku tersebut. polisi berencana akan merilis kasus ini di Mabes Polri pada hari ini. sebelumnya ajakan untuk menarik uang di bank secara massal atau rush money disebarkan melalui media sosial. Sedikitnya, ada 70 akun sosial media yang teridentifikasi menyebarluaskan isu tersebut.

WAJIB BACA :  Saat FB Berubah Tampilan!

Penyebaran isu penarikan uang di bank secara massal gencar dilakukan melalui Facebook dan Twitter. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan siapa pelaku utamanya.

Berita Terkini: Hasil Pantauan FB dan Twitter Temukan Seorang Penyebar Isu Rush Money, Siapa?
Copyright ©INTELIJEN

Direktur Tindak Pidana Eokonomi dan Khusus Brigjen Agung Setya menyebutkan, akun Facebook dan Twitter dioperasikan oleh beberapa pihak. 70 akun media sosial itu bisa saja dijalankan oleh segelintir orang.

Ajakan penarikan uang secara besar-besaran di bank (rush money) akan dilakukan pada aksi demo lanjutan 2 Desember nanti. Isu tersebut sudah dibantah tegas oleh pihak Kapolda Metro Jaya, M Iriawan. Isu tersebut hanya hoax yang merupakan ulah orang iseng semata.

Untuk diketahui, beredar kabar di media sosial bahwa akan ada gerakan penarikan uang besar-besaran. Gerakan ini diisukan terjadi di tengah perkara Ahok.

WAJIB BACA :  Status FB Anwar Asmali Ini Bikin Panas, PKS Mendesak Permintaan Maaf!

Masyarakat diharapkan harus lebih cermat menyikapi ajakan tersebut, selain bermuatan politik, ajakan itu justru akan merugikan masyarakat. Pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNPAD Teguh Santoso mengatakan, masyarakat harus menyadari bahwa ajakan ini bermula dari target politis yang tidak tercapai sehingga menggunakan isu ekonomi. Penghembus ini ingin membuat negara bergejolak dengan munggunakan isu ekonomi.

Isu tersebut harus dipahami masyarakat dengan baik. Jika bank mengalami resiko likuiditas maka berpotensi menyebabkan krisis keuangan. Likuiditas perbankan merupakan denyut perekonomian sehingga jika hal itu terganggu maka dampaknya bisa dibayangkan, sangat besar terhadap masyarakat.

Ajakan itu dinilai tidak logis dan berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

Baca juga Berita Terkini: Penyebar Isu Rush Money Berada Di Jakarta, Siapa Dalangnya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here