Berita Terkini: Ups, ,Tak Hanya Elektabilitas, Ahok Juga Kalah Dalam Nilai Kesukaan Politik !

0
3061
Berita Terkini: Ups, ,Tak Hanya Elektabilitas, Ahok Juga Kalah Dalam Nilai Kesukaan Politik !
Copyright ©Tribunnews

Ups, ,Tak Hanya Elektabilitas, Ahok Juga Kalah Dalam Nilai Kesukaan Politik !

Indowarta.com – Saat ini lembaga riset Poltracking telah menyelesaikan survei terbarunya dalam Pilkada DKI. Dan hasilnya, elektabilitas Gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali disalip oleh anak SBY yaitu Agus Harimurti Yudhoyono.

Tidak hanya itu kesukaan responden terhadap Ahok juga kalah jika dibandingkan dengan Agus, Anis dan Sandiaga Uno. Berdasarkan survey tersebut, kesukaan responden terhadap Agus mencapai 73,8 persen. Selanjutnya disusul oleh Anies 71,67 persen, Sandiaga Uno 62,42 persen, Ahok 60 persen, Sylviana Murni 58,83 persen, dan Djarot 55,5 persen.

Meskipun demikian, popularitas Ahok masih unggul yaitu mencapai 94,8 persen, adapunAgus (87,5 persen dan Anies 85,9 persen.

Berita Terkini: Ups, ,Tak Hanya Elektabilitas, Ahok Juga Kalah Dalam Nilai Kesukaan Politik !
Copyright©wartaekonomi

Poltracking Indonesia merilis hasil temuan terbarunya terkait tiga kandidat Gubernur DKI Jakarta. Dan hasilnya elektabilitas pasanganan nomor urut dua anjlok. Anggota tim sukses mereka, Ansy Lema menganggap hasil tersebut terpengaruh oleh adanya aksi bela islam II pada Jumat (4/11/2016) lalu, yang dianggapnya menunyudutkan Ahok.

Meski demikian Ansy menyatakan jika pihaknya mengapresiasi hasil dari survei. Apalagi metodelogi yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan, serta lembaga survei juga telah memiliki kredibilitas yang tidak perlu diragukan lagi. Hasil survei ini akan dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk mengembalikan elektabilitas pasangan nomor urut dua ini kembali.

Ansy menjelaskan di sela-sela pemaparan hasil survei bahwa pihaknya baik-baik saja, dunia tidak menjadi kiamat. Apalagi selisih angkanya juga tipis dengan menyisakan waktu yang cukup banyak. Selain itu menurutnya hasil survei tersebut masih bisa untuk diperbaiki lagi pada sisa waktu, sekitar tiga bulan kedepan. Hal ini karena dalam membaca hasil survei ini perlu menangkap konteks dibaliknya. Konteks itu selalu dikaitkan dengan waktu pelepasan survei dan peristiwa politik yang melatarinya pada saat survei dilakukan. Karena kebetulan tiga hari sebelum survei dilakukan, terjadi aksi bela islam yang memnta agar Ahok di proses secara hukum terkait kasus dugaan penistaan agama, setelah itu satu pekan kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Saat survei dilakukan tensi politik tengah pada titik kulminasi, sehingga dinilai wajar  bila elektabilitas pasangan nomor urut dua itu tergusur. Karena terbangun opini di masyarakat seolah-olah Ahok sudah salah. Melorotnya elekbilitas tersebut bukan karena kinerja, melainkan lebih karena isu dugaan penistaan agama. Hal itu terkonfirmasi dari kepercayaan Ahok yang masih tinggi.

Baca juga Berita Terkini : Demo 4 November Besok Lusa Akan Menurunkan Kredibilitas Ahok Di Pilkada DKI 2017?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here