Berita Terkini: UU ITE Hasil Revisi Akan lebih Garang Atasi Provokasi di Media Sosial?

0
771
Berita Terkini: UU ITE Hasil Revisi Akan lebih Garang Atasi Provokasi di Media Sosial?
Copyright ©Merdeka

UU ITE Hasil Revisi Akan lebih Garang Atasi Provokasi di Media Sosial?

Indowarta.com – Menjelang aksi Bela Islam Jilid III yang akan diselenggarakan pada 2 Desember mendatang. Media sosial diramaikan dengan status-status yang bernada provokatif serta beredarnya informasi bohong. Baik yang ditujukan pada para pendemo, atau juga sebaliknya.

Kondisi tersebut membuat Panglima TNI Jendrar Gatot Nurmantyo menjadi gerah. Apalagi kalimat yang disampaikan sembari mengutip ayat-ayat suci Alquran. Dirinya menyebut mereka sebagai orang yang tidak berilmu. Dirinya juga yakin, tujuannya tidak lain untuk memperkeruh situasi menjelang demonstrasi besar-besaran umat Islam.

Saat berada di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Kota Tangerang, Banten. Selasa (29/11/2016) kemarin, Gatot mengatakan mereka tidak punya ilmu, tidak kuliah, dan asal punya paket data saja. Sebab, Gatot juga menilai kicauan para uztad media sosial menjurus kepada provokasi. Hat tersebut sangat berbanding terbalik dengan uztad sungguhan yang sering menebar kebaikan serta kesejukan dengan ilmu yang lengkap.

Berita Terkini: UU ITE Hasil Revisi Akan lebih Garang Atasi Provokasi di Media Sosial?
Copyright © Koran Sindo

Gatot menegaskan bahwa sangat berbahaya uztad sosmed ini tidak mempunyai ilmu. Senada dengan koleganya, Kapolri Jendral Pol Tito karnavian juga pernah mencium hal yang demikian. Dia juga mengancam akan memenjarakan para pelaku penyebar berita hoax dan provokatif.

Saat ini, revisi UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE sudah diberlakukan mulai Senin (8/11/2016) lalu. revisi itu mengubah beberapa pasal yang berada di dalamnya. Mulai dari pasal tentang penghinaan, penegasan delik hingga pengurangan mas hukuman.

Meskipun UU ITE tersebut lebih bersahabat, namun undang-undang tersebut tetap keras terhadap penyebar berita bohong di media sosial. Jeratan hukuman tetap mengancam siapa saja yang menyampaikan informasi yang tidak benar atau tanpa disertai oleh bukti yang konkret.

Mabes Polri juga meninta masyarakat untuk tidak langsung menyebarkan informasi negatif ataupun fitnah. Pengguna media sosial diharapkan sebisa mungkin untuk menyaring terlebih dahulu sebelum menyampaikan kembali agar tidak terjerat UU ITE.

Kabag Penum Divisi Humas mabes polri Kombes Martinum Sitompul mengatakan, dalam revisi kali ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk memahami kegiatan yang ada. Saat mendapatkan satu postingan, berpikir dahulu sebelum menyebarkannya.

Jika tetap menyebarkan informasi yang salah, maupun memuat konten yang negatif. Maka akan diberikan sanksi pidana yang akan dijatuhkan kepada pelaku sesuai UU ITE.

Baca Juga Harga Emas Hari Ini Tertekan Meskipun Dolar AS Melemah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here