Berita Terkini: Kejagung Nilai Perbuatan Ahok Memenuhi Unsur Pasal Penistaan Agama !

0
1704
Berita Terkini: Ahok Akan Mulai Diperiksa Sebagai Tersangka Kasus Penistaan Agama Hari Ini !
copyright ┬ęKompas

Berita Terkini: Kejagung Nilai Perbuatan Ahok Memenuhi Unsur Pasal Penistaan Agama !

Indowarta.com– Kejaksaan Agung atau Kejagung kini telah selesai menelaah kasus dugaan Penistaan Agama yang meneret nama Gubernur DKI Jakarta Nonaktif yakni Basuki Tjahaja Purnama dan akan segera melimpahkan berkas perkara ini ke pengadilan. Berdasarkan hasil analisa yang sudah dilakukan oleh Kejagung, pidato Ahok pada saat berada di Kepulauan Seribu ini akan dikenakan dakwaan Pasal 156 dan juga Pasal 156 a KUHP.

Pada hari Rabu 30 November 2016 Jampidum yakni Noor Rachmad dalam konferensi pers di kantornya yang berada di Jalan Hasanudin, Jakarta Selatan mengatakan bahwa berdasarkan fakta yang sudah ditelilti telah menggambarkan perbuatan yang dilakukan yaitu memenuhi unsur pasal 156 dan 156 a KUHP.

WAJIB BACA :  Saipul Jamil Dapatkan Remisi, Ahok Kok Tidak?

Berikut adalah bunyi dari pasal 156 KUHP:

Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Perkataan golongan dalam pasal ini dan pasal berikutnya berarti tiap-tiap bagian dari rakyat Indonesia yang berbeda dengan suatu atau beberapa bagian lainnya karena ras, negeri asal, agama, tempat, asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara.

Kasus Ahok
Copyright┬ęberitasatu

Lalu bunyi dari pasala 156a sebagai berikut :

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:

WAJIB BACA :  Saipul Jamil Dapatkan Remisi, Ahok Kok Tidak?

yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;
b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pada sebelumnya, Polri telah membidik Ahok dengan UU ITE. Namun karena Kejagung menilai bahwa perbuatan dari Ahok ini tidak memenuhi unsur dalam UU ITE, pihak Kejagung telah mengesampingkan hal tersebut.

Jauh hari sebelumnya sebenarnya Ahok sendiri sudah melayangkan permintaan maafnya terkait dengan pidatonya di Kepulauan Seribu yang menyinggung surat Al Maidah 51. Dirinya mengaku bahwa dirinya tidak bermaksud untuk menistakan sebuah agama.

baca juga :

Berita Terkini: Ups, ,Tak Hanya Elektabilitas, Ahok Juga Kalah Dalam Nilai Kesukaan Politik !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here