Berita Terkini: Serikat Buruh Tetap Gelar Demo 2 Desember 2016, Tak Gubris Himbauan Kapolri !

0
874
Berita Terkini: Serikat Buruh Tetap Gelar Demo 2 Desember 2016, Tak Gubris Himbauan Kapolri !
Copyright ©BBC

Serikat Buruh Tetap Gelar Demo 2 Desember 2016, Tak Gubris Himbauan Kapolri !

Indowarta.com – Serikat buruh menyatakan akan tetep menggelar demo 2 Desember yang pada hari itu bertepatan dengan aksi zikir dan doa bersama yang diselenggarakan oleh sejumlah Ormas Islam untuk menuntut penangkapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kendati Kapolri telah meminta agar kegiatan tersebut di pindah ke hari lain.

Said Iqbal, selaku presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KPSI) mengatakan aksi yang kan dilakukan di Jakarta itu akan diikuti sedikitnya 50.000 buruh dari Jabodetabek, Karawang, dan Purwakarta.

Aksi “Mogok Nasional” akan dimulai pukul 10.00 WIB. Peserta nantinya kan berkumpul di balai kota kemudian akan melakakukan long march menuju Istana Negara.

Berita Terkini: Serikat Buruh Tetap Gelar Demo 2 Desember 2016, Tak Gubris Himbauan Kapolri !
Copyright ©BBC

Selain di DKI Jakarta, Demo 2 Desember juga akan dilakukan serikat buruh di 19 provinsi lainnya di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Said mengatakan dalam konferensi pers bahwa pihaknya berharap di seluruh Indonesia, ada 500.000 buruh yang bergabung dalam aksi tersebut di seluruh Indonesia. Dirinya juga menambahkan, unjuk rasa di DKI juga kan diikuti oleh serikat buruh lain seperti F Spasi dan SPSI.

Sebelumnya, Kapolri Tito Karnavian juga telah meminta unjuk rasa buruh tidak dilakukan di Jakarta pada 2 Desember dengan alasan agar tidak mengganggu ‘kesucian’ ibadah umat Islam yang sedang berzikir di Monas.

Said mengatakan bahwa buruh juga memiliki hak konstitusi yang sama dengan peserta Aksi Bela Islam III. Dia menyebutkan UU No. 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di mukaumum serta UU No. 21 Tahun 2000 tenteng serikat pekerja/serikat buruh sebagai dasar demonstrasi.

Dirinya mengakui bahwa serikat buruh memanfaatkan momentum demo 2 Desember yang digelar oleh Ormas Islam.

Dalam demo 2 Desember nanti, serikat buruh akan menyampaikan tiga tuntutannya, yaitu pencabutan PP No. 78 Tahun 2015 tentang pengupahan, kenaikan upah minimum sebesar 15-20%, serta penangkapan Ahok.

Meskipun terdapat irisan antara tuntutan aksi buruh dengan GNPF-MUI, yaitu tentang penangkapan Ahok, serikat buruh telah menyuarakannya terlebih dulu. Sejak 1 Mei 2016 aksi buruh telah menyerukan untuk penangkapan Ahok. Kenapa? Karena Ahok dinilai telah merusak lingkungan dengan kebijakan reklamasi, kemudian membuat para nelyan kehilangan mata pencahariannya. Pihaknya pun anti dengan penggusuran yang melamnggar HAM.

Ahok diduga telah korupsi dalam kasus RS. Sumber Waras, bahkan hal itu sudah ada pernyataan dari BPK. Kebiasaan dai KPK, bila BPK menyatakan ada kerugian itu seharusnya dijadikan sebagai tersangka seperti kasus Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin. Lalu kenapa Ahok tidak tersentuh?

Pemimpin dari KPK Agus Rahardjo telah menyatakan bahwa penyidik KPK tidak menemukan perbuatan yang melawan hukum dalam kasus embelian tanah RS. Sumber Waras oelh Pemprov DKI Jakarta. Lebih lanjutnya, Said juga mengatakan Ahok dianggap sebagai “bapak upah murah” dirinya mengatakan, mana mungkin ibu kota Jakarta upah minimumnya tahun 2017 nanti RP 3,3 juta, sedangkan Bekasi dan Karawang, kota yang lebih kecil upah minimumnya sebesar RP 3,6 juta.

Saat ditanya apakag ikut menuntut penangkapan Ahok, KSPI terlibat dalam politik, Said menjawab, tidak ada politik buruh terhadap hal-hal yang berkaitan dengan bela Islam dan ini bukan makar, bukan persoalan politik, ini tentang penegakan hukum yang melawan tindakan korupsi.

Baca Juga Berita Terkini: Tak Ada Demo 2 Desember, Adanya . .

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here