Berita Terkini: GNPF MUI Datangi Langsung Kejagung Minta Penjelasan Kenapa Ahok Tidak Ditahan !

0
3984
GNFP MUI
Copyright©klimg

Berita Terkini: GNPF MUI Datangi Langsung Kejagung Minta Penjelasan Kenapa Ahok Tidak Ditahan !

Indowarta.com– Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia atau GNPF MUI ini telah berkoordinasi dengan Jaksa Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dengan tidak dilakukannya penahanan terhadap Gubernur DKI Jakarta Nonaktif yakni Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama.

Irfan Pulungan yang merupakan juru bicara dri tim Advokasi GNPF MUI ini menyebutkan bahwa pihaknya kini telah mendatangi Kejagung pada hari Kamis 1 Desember 2016 ini. Mereka ingin menanyakan tentang alasan dari Korps Adhyaksa yang tidak melakukan penahanan terhadap Ahok.

Irfan pada saat berada di Kejagung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan mengatakan “Kami dari tim advokat GNPF-MUI datang ke Kejagung, khususnya menemui Jampidum dalam kaitan ingin menanyakan kenapa Ahok tidak ditahan”.

WAJIB BACA :  Beda Anies Baswedan dan Ahok Perlakukan Tim Gubernur Bentukan Jokowi!

Irfan menyebutkan bahwa pada saat di Kejagung ada 50 advokat yang telah menemui Jampidum Noor Rachmat. Hal ini bisa terjadi dikarenakan GNPF MUI ini telah meragukan pernyataan dari Kejagung yang menyebutkan bahwa Ahok tidak ditahan karena telah bersikap kooperatif. Irfan mengatakan “Kami mau ketemu langsung. Kami mau menanyakan kenapa kok Ahok tidak ditahan. Kami mau tahu dari dia (Jampidum, red) langsung”.

Ahok
Copyright©merdeka

Irfan mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan keterangan lebih lanjut setelah pertemuan tersebut selesai digelar. Pada sebelumnya berkas perkara Ahok terkait dengan kasus dugaan penistaan agama ini sudah dinyatakan lengkap atau P21. Rangkaian pelimpahan tersebut telah dijalani Ahok mulai dari Mabes Polri hingga ke Kejagung.

WAJIB BACA :  Beda Anies Baswedan dan Ahok Perlakukan Tim Gubernur Bentukan Jokowi!

Pada saat berada di Kejagung, Ahok sempat ditanyai mengenai sangkaan yang terdapat di dalam berkas perkara tersebut. Ahok sendiri mengakui bahwa kasus ini bermula pada saat laporan dugaam penistaan agama seperti yang sudah diatur dalam pasal 156 dan juga pasal 156 a KUHP.

Kuasa hukum dari Ahok yakni Sirra Prayuna telah mengatakan “Tadi Pak Basuki Tjahaja Purnama menjawab dengan baik, bahwa adanya laporan ini terkait dugaan penistaan agama sebagaimana diatur dalam pasal 156 dan 156 a”.

baca juga :

Berita Terkini: Gus Mus Ajak Umat Islam Istigfar dan Baca Shalawat Jelang Aksi 2 Desember Besok Lusa!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here