Berbagai Efek yang Membayangi Pengusaha Dibalik Aksi 411 dan 212 !

0
2112
Berbagai Efek yang Membayangi Pengusaha Dibalik Aksi 411 dan 212 !
Copyright ©BBC

Berbagai Efek yang Membayangi Pengusaha Dibalik Aksi 411 dan 212 !

Indowarta.com – Sebagian pengusaha merasa was-was menghadapi aksi 212 atau peristiwa 2 Desember yang akan berlangsung di Monas nanti, belajar dari unjuk rasa pada 4 November lalu yang menimbulkan trauma bagi sebagian pengusaha keturunan Tionghpa dan memilih untuk keluar dari Jakarta. Gelombang kepergian para pengusaha untuk menghndari aksi demo 2 Desember, sebagian aksi kelanjutan dari 4 November sudah terjadi sejka 23 November lalu.

ketua dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajat menilai bahwa bagi para pengusaha, unjuk rasa yang mengerahkan massa berlebihan unuk menekan pemerintah selalu menimbulkan trauma yang besar, seperti kerusuhan yang terjadi pada 1998.

Ade mengatakan, data sementara asosiasi hampir semua pedagang maupun toko yang berada di jalan protokol, hampir 50% telah mengambil sikap untuk keluar dari Jakarta, mungkin sudah lebih dari 100.000. Mungkin saja mereka saat ini tidak berada di Jakarta, melainkan mereka pergi ke Bali, Menado, Yogya atau ke daerah-daerah yang diperhitungkan relative tidak akan terjadi kerusuhan rasial.

Berbagai Efek yang Membayangi Pengusaha Dibalik Aksi 411 dan 212 !
Copyright ©Merdeka

Singapura menjadi tjuan utama mereka bagi yang memilih untuk pergi ke luar negeri. Umumnya mereka mereka memilih melihat situasi antara 10-15 hari kedepan. Ade mengatakan, tapi biasanya jika 1-2 hari sudah teratasi dengan baik, pasti mereka akan segera kembali karena kegiatan ekonomi tidak bsa ditinggalkan lebih lama.

Dirinya juga menegaskan bahwa kepergian ini tidak terkait liburan akhir tahun, melainkan sengaja untuk menghindari risiko kerusuhan yang mungkin terjadi dalam aksi 212 dengan massa dalam jumlah yang besar.

Gelombang kepergian para pengusaha ini sudah terjadi sejak 23 November lalu. sebagai dampaknya, aktivitas retail untuk pembelian bahan baku serta penjualan bahan jadi tekstil juga melambat sehingga terjadi pengendapan barang di pabrik dan menimbulkan kerugian ekonomi.

Seorang pengusaha pakaian bisnis eceran yang merupakan keturunan Tionghoa di Jakarta, Holy Veronica juga membenarkan kekhawatiran yang telah disebutkan oleh Ade tersebut. dirinya juga mengatakan saat tanggal 4 November lalu dirinya berada di Bali, karena kebetulan ada temannya yang kondangan. Dah hal itupun juga tidak menyenangkan, pihaknya merasa deg-degan, dirinya tidak tahu bagaimana keadaan di Jakarta bagaimana. Dirinya hanya bisa melihat dari televisi melalui siaran berita. Kekahwatiran itu sudah pasti, lalu dalam aksi 212 ini dirinya juga merasa deg-deg.an. tapi dia belum sampai untuk membeli tiket tetapi akan menyiapkan koper.

Sementara itu hitung-hitungan yang dilakukan oleh Tito Rizal yang berasal dari Universitas kebangsaan Malaysia mencatat adanya sebuah kerugian uang mencapai Rp 4 miliar akibat dari aksi unjuk rasa yang terjadi pada 4 November lalu.

Dirinya juga menghitung, berdasarkan data Kadin, sentra-sentra usaha di kawasan Kelapa Gading dan Glodok tercatat ada sekitar 20.000 toko. Andaikan setiap toko memiliki 3 karyawan, maka sedikitnya ada 60.000 orang yang bekerja di sana.

Tito juga mencatat adanya pembatalan transaksi yang terjadi di Jakarta pada saat itu sebesar Rp 1,6 triliun. Unjuk rasa 2 Desember atau yang disebut aksi 212 itu akan diadakan di lapangan Monas diorganisir oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) yang di pimpin oleh Front Pembela Islam (FPI) dan juga diikuti oleh sejumlah organisasi massa lain.

Baca Juga Berita Terkini: Polisi Kembali kerahkan Pasukan Asmaul Husna Amankan Aksi 2 Desemeber Besok !

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here