Berita Terkini: Mantan Sekjen PBB, Kofi Annan Datangi Myanmar Tengok Krisis Rohingya !

0
1397
Berita Terkini: Mantan Sekjen PBB, Kofi Annan Datangi Myanmar Tengok Krisis Rohingya !
Copyright ©SINDO

Mantan Sekjen PBB, Kofi Annan Datangi Myanmar Tengok Krisis Rohingya !

Indowarta.com – Sebuah tim yang dipimpin oleh mantan Sekjen PBB Kofi Annan mengunjungi wilayah Rakhine, Myanmar, yang saat ini sedang dilanda krisi kemanusiaan. Dirinya akan menghabiskan waktu selama satu hari di Sittwe, ibu kota Rakhine, yang menjadi tempat tinggal mayoritas Rohingya.

Operasi militer Myanmar yang terjadi di wilayah Rakhine sejak beberapa waktu lalu telah memakan korban jiwa. Sedikitnya sudah ada 86 orang yang tewas dan 10 ribu warga kabur ke Bangladesh. Operasi militer itu dilakukan setelah pos perbatasan di Rakhine diserang oleh kelompok militant setempat pada 9 oktober lalu. Ada Sembilan polisi Myanmar yang tewas dalam serangan tersebut.

Aung San Kyi sebagai Pemimpin Myanmar beberapa waktu yang lalu telah menunjuk komisi khusus yang beranggotakan 9 orang unguk menyelidiki pemicu dari konflik di Rakhine. Komisi itu dibentuk di tengah tekanan internasional untuk menyelidiki serangan awal di Rakhine dan juga tuduhan praktik pelanggaran HAM oleh militer Myanmar. Ada tiga anggota asing dalam komisi tersebut termasuk Annan.

Annan dan anggota komisi yang lainnya disambut oleh Kepala Menteri rakhine Nyi Pu saat tiba di bandara. Komisi ini sebelumnya juga pernah berkunjung ke Rakhine pada bulan September lalu. dalam kunjungannya kali ini, kedatangan mereka juga disambut oleh 100 demonstran.

Berita Terkini: Mantan Sekjen PBB, Kofi Annan Datangi Myanmar Tengok Krisis Rohingya !
Copyright ©Okezone

Para demonstran membawa poster yang bertuliskan ‘Larang Komisi Kofi Annan’ mereka juga sambil berteriak tidak menginginkan Komisi Kofi Annan. Personel kepolisian setempat, sebagian juga memakai rompi anti peluru dan membawa senapan, disiagakan untuk mengawal para demostran.

Maung khin, seorang petani yang juga mengikuti aksi unjuk rasa itu mengatakan, isu Rakhine merupakan persoalan dalam negeri. Demonstran tidak bisa menerima intervensi dari orang luar. Warga dan kelompok ham menuding tentara Myanmar telah melakukan pemerkosaan terhadap para wanita Rohingya, membakar rumah warga juga melakukan pembunuhan terhadap warga sipil dalam operasi militernya. Namun Militer dan pemerintah Myanmar telah membantah tudingan itu.

Kekerasan terhadap warga minoritas muslim Rohingya terus berlangsung di Rakhine. Pekan ini, pejabat PBB menyebut lebih dari 10 ribu orang yang kabur dari Rakhine ke Bangladesh untuk menghindari konflik.

Baca Juga Berita Terkini: Israel Butuh Waktu Sampai 30 Tahun Untuk Pulih Pasca kebakaran Hebat Kemarin?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here