Berita Terkini: Nahas, Ibu Rumah Tangga Ini Teracam Masuk Bui Usai Tulis Status di FB !

0
772
Ilustrasi penjara
Copyright ©Suara

Nahas, Ibu Rumah Tangga Ini Teracam Masuk Bui Usai Tulis Status di FB !

Indowarta.com – NHR, seorang ibu rumah tangga (28) yang memiliki tujuh orang anak dan diantaranya masih bayi berusia lima bulan, saat ini sudah mendekam di hotel prodeo atau tahanan. Tetapi, Samsidar sang pelapor dugaan penganiayaan itu berencana untuk menjerat dua saudara kandung NHR.

Seperti yang telah dikatakan oleh Samsidar pada Minggu, 4 Desember 2016 kemarin, dua saudara NHR akan ia penjarakan karena telah menulis status yang tidak benar di Facebook-nya. Status di akun FB itu sudah di copy. Meskipun nantinya dia hapus, mendekat ini dirinya akan melaporkan dua saudara kandung NHR itu.

Samsidar yang mengaku berkantor di Jalan AP Pettarani, Makassar itu juga menampik apa yang telah dikatakan oleh saudara NHR, Sri Wahyuni kepada media. Yaitu, terkait dengan adanya laporan dugaan penganiayaan yang sama di Polresta Pelabuhan Makassar April 2016 lalu.

Berita Terkini: Nahas, Ibu Rumah Tangga Ini Teracam Masuk Bui Usai Tulis Status di FB !
Copyright ©Tribunnews

Dia jua melapor, tetapi tidak kuat visumnya. Visum itu diambil di Rumah Sakit Stella Maris, Makassar, jadi laporan tersebut mentah, ujarnya.

Sedangkan , laporan yang telah ia layangkan itu justru kebalikannya. Hasil dari visum anaknya, Nurmala, mendukung sebagai alat bukti. Menurutnya, Nurmala telah mengalami luka yang sangat serius. diantaranya yaitu mengalami pecah gendang telinga, gagar otak, serta memar dalam.

Samsidar menerangkan, anaknya sempat diopname di RS Ibnu Sina, Makassar. Tetapi saat dipasang infusnya, dirinya meminta untuk rawat jalan saja, ia memiliki foto-foto saat diinfus. Selain itu dirinya mengaku bahwa anaknya dikeroyok oleh NHR bersaudara, yaitu Sri Wahyuni dan Sri Rahayu. Dirirnya membantah jika anaknya telah menganiaya NHR yang saat itu sedang mengandung delapan bulan.

NHR bersaudara saat itu telah ia cari, karena ia sudah memenjarakan ibu kandungnya. Tetapi karena tidak bertemu dengannya, mereka akhirnya bertemu dengan anaknya, Nirmala. Begitulah tutur dari Samsidar.

Samsidar berharap kepada media agar tidak menyoroti upaya penahanan yang telah ia lakukan oleh penyidik Reskrim Polresta Pelabuhan Makassar, karena itu sudah sesuai dengan mekanisme. Seperti yang ia katakana, siapa yang mau melihat anaknya dipukuli dan dikeroyok sampai mengalami luka serius. coba anda dalam posisi saya, bagaimana menurut anda?

Adapun Sri Wahyuni, adik kandung dari NHR, mengaku tidak pernah takut dengan rencana Samsidar yang akan memenjarakannya dan juga adiknya, terkait dengan status di FB.

Menurutnya dia hanya berkeluh kesah di FB dan bercerita apa yang sebenarnya yang pihaknya alami, dan tidak mengarang bebas. Ia juga berharap pihak dari penyidik Reskrim Pelabuhan Makassar tidak pilih kasih dalam menangani kasus dugaan penganiayaan yang telah menimpa saudaranya yaitu NHR, sehingga ketujuh anaknya terlantar.

Sri Wahyuni juga mengatakan, laporan dari kakaknya, NHR juga ada dan malah lebih awal dilaporkan, tetapi hingga kini tidak ditindaklanjuti. Bahkan penyidik bernama Sri di bagian PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) saat itu mengatakan bahwa laporan dari pihaknya hilang, lalu dimana keadilan. Apa karena pihaknya merupakan warga miskin lantas laporannya itu diabaikan.

Saat ini ketujuh anak NHR, enam diantaranya masih di abawah umur terpaksa harus tinggal dengan neneknya di Jalan Sabutung, Makassar. Sedangkan anaknya yang masih berusia lima bulan ikut dengan NHR di Rutan Klas 1 Makassar. Karena dia harus minum ASI, sehingga harus menemani ibunya, sedangkan enam lainnya harus tinggal dengan neneknya yang juga tidak memiliki penghasilan yang tetap.

Baca Juga Berita Terkini: Ternyata 6 Sopir Angkot Ini Sudah Rencanakan Pemerkosaan Siswi SMA di Tangerang !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here