Berita Terkini: Brigjen Teddy Layak Divonis dengan Hukuman Seumur Hidup?

0
826
Copyright ©LintasTerkini

Brigjen Teddy Layak Divonis dengan Hukuman Seumur Hidup?

Indowarta.com – Akibat tindak korupsi yang dilakukannya, kini Brigjen Teddy Hernayadi divonis dengan hukuman penjara seumur hidup atau hingga Teddy meninggal dunia oleh Kolonel CHK Deddy Suryanto. Setidaknya ini adalah jalan masuk bagi TNI untuk bersih-bersih dari perilaku koruptif terhadap institusinya.

Deddy mengawali kariernya sebagai staff di bagian hukum Kodam Jayakarta. Kinerjanya yang dinilai bagus dan tegas itu akhirnya membawa dirinya pindah tugas sebagai oditur/jaksa. Seperti yang dikatakannya dalam perbincangan di kantornya,Gedung Pengadilan Militer Tinggi II, Jalan raya Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, akhir pekan lalu.

Sampai tahun 2003 dirinya oditur (jaksa-red). Disitu kerjanya membuktikan bersalah. Terbawa dari situ, kemudian ke Aceh yang sedang mengalami darurat militer. Satgaskum juga bergerak di bidang hukum. Kurang lebih itu yang dikatakan oleh Deddy.

Berita Terkini: Brigjen Teddy Layak Divonis dengan Hukuman Seumur Hidup?
Copyright ©Okezone

Sepulangnya dari Aceh, dirinya diberikan kepercayaan untuk menjadi nkepala panitera pengadilan militer. Setelah itulah kariernya mulai cemerlang hingga akhirnya menduduki jabatan Wakil Ketua Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta.

Tahun 2007 hakim pindah disini sebagai Waka Pengadilan Militer. Saat itu banyak perkara yang aneh-aneh. Setelah itu ke Palembang dan sempat di Makassar. Kemudian tahun 2012 dirinya menjadi hakim militer tinggi di Surabaya, lalu diperbantukan di sini karena sedang menangani kasus-kasus senior Letjen Jaja (purn) yang melakukan tindak korupsi. Setelah itu mulailah di sini, ujar dari Deddy.

Selama menjadi hakim militer, menurutnya perkara Brigjen Teddy merupakan kasus yang paling gila. Pasalnya, korupsi yang dilakukan oleh Brigjen Teddy itu dengan angka yang fantastis.

Ini yang paling gila, korupsi USD 12,4 juta. Kalau dikali dengan gaji Deddy, mungkin harus pensiun, mat, hidup, kemudian pensiun, mati, dan hidup lagi baru bisa mendapatkan segitu, mudah-mudahan jangan ada lagi, jangan main-main dengan keselamatan negara, ucap dari pria yang akan pension tiga tahun lagi ini.

Deddy menceritakan setiap jabatan, khususnya di kalangan TNI, memiliki tanggung jawab serta tugas yang berat. Seorang prajurit TNI, apalagi seorang perwira tinggi, tidak boleh bermain-main dengan amanah yang telah diberikan oleh rakyat. Saat ditanya siapa yang menjadi panutan untuk bersikap tegas, dirinya mengatakan dengan tegas, orang tua yang menjadi sosok pedoman untuk hidupnya.

Dalam perkara Brigjen Teddy, pangkat dari Deddy dinaikkan sementara menjadi Brigjen. Hal tersebut sesuai dengan UU, sehingga saat mengadili Brigjen Teddy, mereka berdua sama-sama berpangkat Brigjen.

Brigjen Teddy divonis seumur hidup karena terbukti melakukan tindak korupsi alat utama system persenjataan (alutsista) pada 2010-2014. Salah satu yang dia korupsi adalah pembelian jet tempur F-16 juga helikopter Apache. Setelah diakumulasikan, total yang ia korupsi yaitu USD 12,4 juta. Atas pertimbangan itulah akhirnya dia dihukum penjara seumur hidup, jauh dari tuntutan oditur, yaitu 12 tahun penjara.

Baca Juga Berita Terkini: Divonis Seumur Hidup, Brigjen Teddy Masih Mikir-mikir!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here