Berita Terkini: Banyak Ditemukan Berbagai Kecurangan, KPK Diminta Ikut Tangani Masalah Ujian Nasional (UN) !

0
835
Ujian Nasional
Copyright©swaraguru

Berita Terkini: Banyak Ditemukan Berbagai Kecurangan, KPK Diminta Ikut Tangani Masalah Ujian Nasional (UN) !

Indowarta.com– Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK ini telah diminta harus ikut serta di dalam mengatasi masalah banyaknya kecurangan yang muncul pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Hal ini karena penyelenggaraan Ujian Nasional ini yang masih banyak terjadi praktik kecurangan yang masif, terstruktur dan juga sistematik.

Ketika ditemui di Kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan pada  hari Minggu 4 Desember 2016 aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Transformasi Pendidikan (KMSTP) Febry Hendri mengatakan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini ada program untuk memerangi korupsi di sekolah. Program ini akan sia-sia kalau UN masih ada karena kecurangan Ujian Nasional ini yang masih terstruktur, masif dan sistematik. Hal ini terjadi di semua sekolah.

Febry sendiri telah mengatakan bahwa kecurangan yang terjadi ini ada karena ketidakmampuan siswa untuk mengerjakan soal ujian. Febry mengatakan “UN ini kencurangan terjadi karena banyak sekolah yang tidak sesuai standart. Akhirnya murid-murid tidak punya kemampuan menjawab soal karena merasa tidak bisa dan takut tidak lulus maka mereka cari bocoran”.

Ujian Nasional
Copyright©daradaeng

Menurutnya Fery, tindakan kecurangan ini sudah terjadi semenjak dini yang menyebabkan munculnya perlaku korupsi. Febry mengatakan “Sementara jangan ada UN lah. Karena UN mengajarkan anak belajar curang. Kalau kebiasaan dari kecil curang ketika sudah dewasa jadi biasa. Nah dari situlah bibit-bibit korupsi”.

Pemerintah ini harus mulai pembenahan di internal pendidikan seperti memperbaiki fasilitas sekolah hingga kualiltas guru yang dihasilkan. Kualitas guru yang rendah ini telah menjadi pemicu utama terjadinya kecurangan pada saat Ujian Nasional ini berlangsung. Walaupun anggaran yang telah digelontorkan oleh pemerintah pusat ini sudah terbilang cukup besar yakni sebesar Rp 500 trilliun.

Febry mengatakan “Kecurangan UN ini terjadi kenapa? Karena sekolah itu secara standar tidak bisa, tidak mampu, banyak standar tidak terpenuhi akhirnya muridnya tidak punya kemampuan menjawab soal. Karena tidak bisa jawab soal, dia cari ke yang lain. Cari bocoran. Dan sekolah juga takut kalau muridnya di bawah standar, ikut UN standar nasional, yang soalnya susah-sudah, akhirnya ikut bantu. Akhirnya terjadinya kecurangan sistematis yang terus menerus, terstruktur dan masif itu”.

baca juga :

Berita Terkini: Pemerintah Perbesar Kepemilikan Saham di Garuda Indonesia !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here