Akhirnya FB, Youtube Dan Sosial Media Lainnya Bergabung Demi Berantas Propaganda Terorisme!

    0
    1011
    Akhirnya FB, Youtube Dan Sosial Media Lainnya Bergabung Demi Berantas Propaganda Terorisme!
    Copyright ©Okezone

    Akhirnya FB, Youtube Dan Sosial Media Lainnya Bergabung Demi Berantas Propaganda Terorisme!

    Indowarta.com – Akibat adanya propaganda terorisme kini Facebook, Microsoft, Twitter, dan Youtube bergabung untuk mengidentifikasi dan mencegahnya untuk menyebar di dunia maya. Program itu diumumkan pada Senin (5/12/2016).

    Seperti yang dilaporkan LA Times, program ini nantinya akan menggunakan database dari sidik jari digital unik yang secara otomatis akan mengidentifikasi video dan gambar perusahaan yang ingin menghapusnya.

    Program baru tersebut akan dimulai pada awal tahun 2017 nanti dan bertujuan untuk menjawab kegelisan dari pemerintah konten media sosial yang saat ini dinilai semakin meningkatkan radikalisme. Meskipun demikian, mereka juga tetap ingin menjaga kebebasan pendapat.

    WAJIB BACA :  Kebijakan Youtube Soal Lindungi Anak dari Video Tak Senonoh!
    Akhirnya FB, Youtube Dan Sosial Media Lainnya Bergabung Demi Berantas Propaganda Terorisme!
    Copyright ©Okezone

    Saat ini rincian teknisnya sedang dikerjakan, namun Microsoft Corp memelopori teknologi serupa untuk mendeteksi, melaporkan, serta menghapus pornografi anak melalui database seperti pada 2009. Tidak seperti gambar-gambar yang jelas illegal di bawah hukum AS, pertanyaan tentang apakah gambar dan video yang mempromosikan terorisme bisa lebih subjektif, itu tergantung pada hukum nasional dan aturan dari layanan perusahaan tertentu.

    Di bawah kemitraan baru, perusahaan telah berjanji untuk berbagi di antara mereka sendiri. Beberapa konten seperti gambar teroris paling ekstrim dan mengerikan  juga video yang telah dihapus dari layanan, merupakan konten yang paling mungkin melanggar kebijakan konten masing-masing perusahaan.

    Ketika konten tersebut dibagikan secara internal, perusahan yang berpartisispasi lainnya akan diberi tahu dan mendapatkan sidik jari digital dengan cepat untuk mengidentifikasi konten yang sama pada pelayanan mereka sendiri untuk menilai apakah melanggar aturan mereka atau tidak. Maka dari itu perusahaan akan menghapus materi tersebut dan dinonaktifkan jika terbukti melanggar.

    WAJIB BACA :  Kebijakan Youtube Soal Lindungi Anak dari Video Tak Senonoh!

    Jokowi selaku Presiden Indonesia mengaku belum menemukan cara untuk mecegah propaganda terorisme ini. sebelumnya dia menjelaskan bahwa saat ini masih dalam proses untuk mencari system, mencari cara, dan pendekatan-pendekatan yang menurutnya bukan hanya menjadi masalah bagi Indonesia.

    Beberapa video tersebar di Youtube, ada yang menunjukkan tentang anak-anak yang berpakaian loreng berlatih dengan senjata untuk menjadi relawan ISIS. Sehingga itulah yang membuat pemerintah bingung mencari langakah untuk mengatasi propaganda teroris.

    Hingga aklhirnya, Youtube, Facebook dan media lainnya bergabung untuk membantu pemerintah dalam memberantas propaganda terorisme.

    Baca Juga Video FB Pria Nangis Tanpa Henti Saat Kucing Kesayangannya Mati Ini Bikin Heboh netizen !

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here