Berita Terkini: Mengintip Aksi Habiburokhman dan Habib Novel yang Serang Ahok Sampai Gugatan Rp 204 Juta !

    0
    990
    Berita Terkini: Mengintip Aksi Habiburokhman dan Habib Novel yang Serang Ahok Sampai Gugatan Rp 204 Juta !
    Copyright ©Merdeka

    Mengintip Aksi Habiburokhman dan Habib Novel yang Serang Ahok Sampai Gugatan Rp 204 Juta !

    Indowarta.com – Aksi 2 Desember lalu menuai bayak pujian. Meskipun menuntut ketegasan dari polisi untuk menahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke tahanan, namun aksi tersebut diperlihatkan dengan doa bersama, zikir, tausiyah dan ditutup dengan shalat Jumat.

    Bahkan, dalam aksi itu Presiden Jokowi juga menyempatkan untuk hadir dan melakukan shalat Jumat bersama dengan para peserta aksi. Setelah shalat Jumat, massa langsung mendapatkan sejumlah makanan dan minuman secara gratis dari sejumlah pedagang, warga dan relawan yang turut hadir.

    Tiga hari setelah aksi itu berlangsung, Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) yang diketuai oleh Habiburokhman secara mengejutkan mengajukan gugatan baru atas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Tidak main-main, gugatan yang diajukan atas nama Habib Novel meminta ganti rugi materil Rp 204 juta.

    Berita Terkini: Mengintip Aksi Habiburokhman dan Habib Novel yang Serang Ahok Sampai Gugatan Rp 204 Juta !
    Copyright ©Riau Eksis

    Selain itu, ACTA yang mewakili pihak Habib Novel juga mengajukan ganti rugi immaterial desakan agar Ahok meminta maaf melalui iklan di Sembilan media. Gugatan tersebut diajukan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

    Gugatan perdata ini memang diakomodir olek Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Pasal 98. Jika diterima, maka gugatan perdata tersebut nantinya bisa digabungkan dengan proses peradilan yang dilakukan terhadap Ahok. Gugatan memang wajib diajukan sebelum penuntut umum mengajukan tuntutan pidana, atau sebelum putusan dijatuhkan.

    Habiburokhman selaku Ketua Dewan Pembina ACTA dan kuasa hukum dari Habib Novel mengatakan, dalam KUHAP diatur bahwa jika suatu perbuatan menimbulkan kerugian terhadap orang lain, maka korban tersebut bisa mengajukan gugatan perdata dan kemudian perkara bisa digabungkan.

    Selain itu dirinya menyebut kliennya memiliki alasan sendiri untuk mengajukan gugatan tersebut, pihaknya ada perjalanan tim pencari fakta ke Kepulauan Seribu, beliau advokat, jadi karena teknis harus urus klarifikasi, maka yang seharusnya dia handle sebagai advokat hilang.

    Jumlah tersebut terdiri atas biaya upaya klarifikasi yang dilakukannya ke Kepulauan Seribu sebesar Rp 4 Juta, ditambah dengan Rp 200 juta biaya pendapatan Novel karena yang hilang karena tidak bisa menjalani pekerjaannya selaku advokat.

    Habiburokhman memastikan, gugatan tersebut di luar GNPF-MUI. Aksi ini berbeda dengan habib dan ulama. Tidak hanya sekali ini dirinya melawan Ahok, sebelumnya ia juga kerap kali berusaha melakukan proses penolakan kepemimpinan Ahok di Jakarta.

    Baca Juga Berita Terkini: 50 Pengacara Siap Bela Ahok Dalam Sidang Perdana

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here