Berita Terkini : Ini Nih, Stiker ‘Saya Benar-Benar Keluarga Miskin’ Di Banyumas Dianggap Berlebihan !

0
831
stiker saya benar- benar keluarga miskin
Copyright ©pemerintah banyumas

Tulisan Dalam Stiker ‘Saya Benar- Benar Keluarga Miskin’ Dianggap Kurang Humanis !

Indowarta.comStiker ‘Saya Benar- Benar Keluarga Miskin’ yang terpampang di rumah warga Kabupaten Banyumas menuai pro dan kontra. Padahal stiker tersebut dibuat langsung oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Tujuan dari penempelan  Stiker ‘Saya Benar- Benar Keluarga Miskin’ adalah untuk memudahkan petugas dalam penyalurkan bantuan Beras Miskin atau lebih dikenal dengan raskin. Pembagian raskin sendiri ditujukan kepada keluarga miskin di Kabupaten tersebut.

Pemkab setempat membuat stiker yang harus di tempel di rumah masing- masing. Stiker ‘Saya Benar- Benar Keluarga Miskin’ berwarna merah dengan kepala surat Pemerintah Kabupaten Banyumas. Rumah yang ditempeli stiker tersebut menyatakan dirinya layak menerima Raskin.

Hingga kini hampir tersebar Stiker ‘Saya Benar- Benar Keluarga Miskin’ di rumah- rumah warga miskin di desa- desa. Pendapat kontra terlontar dari Sekretaris Komisi D DPRD Banyumas, Yoga Sugama. Ia merasa sebenarnya tak perlu menempelkan stiker seperti itu. Bisa saja stiker tersebut diganti dengan tulisan penerima raskin. Tanpa menyebutkan dirinya benar- benar miskin.

Yoga menambahkan, dengan penempelan Stiker ‘Saya Benar- Benar Keluarga Miskin’ kalimat yang digunakan kurang etis. Seolah Pemkab setempat menyatakan warganya tersebut ‘kere’.

stiker saya benar- benar keluarga miskin
Copyright ©detik

Sebenarnya tujuan pemerintah adalah agar distribusi raskin tepat sasaran. Sejauh ini warga yang tidak mampu tidak terdata dalam RTS (Rumah Tangga Sasaran). Akibatnya mereka tidak menerima raskin.

Menurut Tri Wahyuni, Dosen Sosiolog Unsoed, penggunaan bahasan dalam Stiker ‘Saya Benar- Benar Keluarga Miskin’ kurang humanis. Terkesan mendiskreditkan warga miskin. Jika kasusnya selama ini warga miskin tidak mendapat jatah. Seharusnya pihak yang disalahkan adalah keluarga mampu yang mau mengambil hak warga miskin.

Sementara itu Kabag Perekonomian Setda Banyumas, Sugianto menerangkan tidak mungkin mengganti stiker raskin. Karena proses pencetakan sudah selesai dan sudah dibagikan ke kecamatan sebanyak 124. 422 biji. Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah rumah tangga miskin yang terdata. Stiker tersebut juga merupakan gagasan dari Bupati Banyumas.

baca juga :

Berita Terkini: Kenapa Ada Bus Transjakarta yang Pakai Stiker Nama Partai?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here