Berita Terkini: 14 Negara Ini Desak Myanmar Buka Izin Bantuan Untuk Rohingya !

0
2142
Rohingnya
Copyright©binamasyarakat

Bantuan Dari PBB Untuk Rohingnya Masih Kurang Disebabkan Gerakannya Dibatasi

indowarta.com– Kaum Minoritas Rohingnya yang terus tertindas membuat sejumlah negara tetangga mengulurkan bantuannya. Sayangnya niat baik ini tak disambut tangan terbuka oleh Myanmar. Tak pelak belasan negara memaksa Myanmar untuk mengizinkan memberikan bantuan pada kaum Rohingnya.

Sedikitnya ada 14 negara yang menyatakan statement berisi desakan pada Myanmar. Sementara itu PBB sudah menyatakan bahwa eskalasi di wilayag negara bagian Rakhine menimbulkan krisis kemanusiaan.

Hal ini membuat negara negara lain membuat pernyataan. Dikutip dari pernyataannya “sebagai teman dari Myanmar, kami sangat prihatin dengan situasi kemanusiaan di bagian utara Rakhine. Negara- negara yang merasa turut prihatin misalnya, Amerika Serikat, Turki, Swedia, Denmark, Kanada, Yunani, Irlandia, Austria, Belgia, Polandia, Belanda, Spanyol, Finlandia dan Perancis.

rohingnya
warga rohingnya diusir

Padahal menurut mereka (negara tetangga) kaum Rohingnya sangat butuh bantuan untuk mengatasi permasalahan kemanusiaan yang cukup serius. Selain itu juga untuk menembalikan kepercayaan dan harapan yang penting demi pemulihan perdamaian dan stabilitas.

Pekan lalu, Mantan Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan telah mengunjungi kaum Rohingnya di Rakhine. Dalam kunjungannya, Rakhine selalu perwakilan dari komisi yang ditunjuk pemerintah untuk mempelajari kondisi wilayah tersebut.

Kepada wartawan, Kofi menjelaskan telah memberi jaminan bahwa bantuan kemanusiaan diizinkan untuk disalurkan pada kaum Rohingnya. Tujuannga agar semua masyarakat dapat menerima bantuan yang mereka butuhkan secara merata.

Sayangnya bantuan yang disalurkan hanya sekitar 20 ribu dari total 150 ribu lebih penerima bantuan. Hal ini disampaikan oleh Pierre Epron selaku juru bicara PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan. Selain makanan bantuan yang akan disalurkan berupa uang tunai dan bantuan nutrisi yang diperuntukkan warga Rakhine Utara.

Jumlah ini memang terbilang kurang dari yang dibutuhkan. Hal ini dikarenanakan gerakan di Myanmar cukup dibatasi pemerintah setempat.

Peron juga menambahkan mayoritas kaum Rohingnya berada di luar pusat utama wilayah penduduk di daerah tersebut. Misalnya saja sebanyak 7. 600 jiwa yang terdiri dari wanita hamil. Mereka tidak mempunyai akses menuju pelayanan kesehatan primer atau rujukan darurat (IGD)

baca juga :

Aung San Suu Kyi Dinilai Sengaja Legimitasi Genosida Untuk Muslim Rohingnya !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here