Berita Terkini: KPK Akan Periksa Setya Novanto Terkait KTP Elektronik !

    1
    1024

    Berita Terkini: KPK Akan Periksa Setya Novanto Terkait KTP Elektronik !

    Indowarta.com– Pada hari Selasa 13 Agustus  2016 nanti Ketua DPR RI yakni Setya Novanto akan diperiksa oleh Komisi Pemberantas Korupsi atau KPK terkait dengan  dugaan korupsi pengadaan KTP Elektronik atau yang disebut dengan nama E KTP pada tahun anggaran 2011 hingga 2012. Juru bicara KPK yakni Febri Diansyah telah menyebutkan bahwa pemeriksaan Setya Novanto ini sangatlah penting guna melakukan konfirmasi terkait dengan beberapa temuan KPK.

    Pada hari Senin 12 Desember 2016 Febri mengatakan bahwa pemeriksaan saksi ini dibutuhkan untuk melakukan konfirmasi tentang beberapa hal terakit dengan dugaan korupsi yang kini sedang dalam proses penyidikan.

    WAJIB BACA :  Karena Setya Novanto, Posisi Politik Golkar di Jawa Barat Jadi Goyang!

    Mengenai keperluan dari keterangan yang akan dikorek oleh KPK dari Setya Novanto, Febri masih enggan membeberkan hal tersebut. Febri mengatakan bahwa pemeriksaan terkait dengan Setya Novanto ini tidak terlepas dari jabatannya pada saat melakukan pembahasan dan juga penganggaran KTP elektronik bergulir di DPR RI.

    Setya Novanto
    Copyright©indoberita

    Febri mengatakan “Spesifiknya belum dapat kami ungkap. Namun tentu karena kasus e-KTP ini terkait proyek besar yang prosesnya dimulai dari penganggaran dan pembahasan hingga penerapan, maka peran saksi akan digali terkait itu sesuai dengan kapasitas saksi pada saat itu”.

    Pemeriksaan tersebut diduga karena pada saat proyek E KTP tengah berjalan, Setya Novanto merupakan ketua fraksi Golkar di DPR. Sebelumnya berkas Bendahara Umum Partai Demokrat yakni Muhammad Nazaruddin juga telah mengungkapkan keterlibatan dari Setya Novanto ini. Setya Novanto berpetran dalam pengaturan proyek yang bernilai Rp 5,9 triliun.

    WAJIB BACA :  Hilman Mattauch Disebut Lupa Laju Kecepatan Saat Jadi Sopir Setya Novanto!

    Dalam kasus tersebut KPK telah menetapkan sebanyak dua tersangka yakni mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri yakni Sugiharto dan juga mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri yakni Irman. Akibat dari korupsi pengadaan E KTP dari total nilai proyek sebesar Rp 5,9 ini, diduga negara telah mengalami kerugian sebesar Rp 2,3 trililun.

    Yang merupakan pemenang dari pengadaan E KTP ini adalah konsorsium Percetakan Negara RI (PNRI) yang terdiri atas Perum PNRI, PT Sucofindo (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Quadra Solution dan PT Sandipala Arthaput yang mengelola dana APBN senilai Rp6 triliun tahun anggaran 2011 dan 2012.

    baca juga :

    Berita Terkini: Begini Penjelasan Golkar Mengenai Kembalinya Setya Novanto Di Kursi ketua DPR !

    1 COMMENT

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here