Berita Terkini: Targetkan Istana Negara dan Presiden, ISIS Makin Serius Ancam Indonesia !

0
1526
ISIS

ISIS Menguasai Palmyra Dengan Memukul Mundur Tentara Suriah dan Rusia !

indowarta.com– Indikasi adanya gerakan masuknya ISIS ke Indonesia semakin terlihat nyata. Hal ini menjadi ancaman serius bagi pemerintah dan masyarakat. Pernyataan ini dilontarkan oleh pengamat intelijen, Muhammad Dahrin La Ode.

Menurut Dahrin, peristiwa bom Bintara sudah menjadi fakta. Bukan lagi sekedar bayang- bayang. Itu artinya paham radikal ISI telah terintegrasi di komunitas masyarakat Indonesia. Tentu hal ini sangat mengkawatirkan dan akan mengganggu stabilitas keamanan Tanah Air.

Oleh sebab itu perlu adanya aparat Kamnas yang terdiri dari TNI, BIN, dan Polri agar menjadi garda depan dalam melindungi pemerintah. Karena target utama ISIS adalah membuat pemerintah tak berdaya mengelola Indonesia.

Bukan hanya negara barat saja, ISIS juga mempunyai jaringan penghubung atau Proxy di seluruh belahan bumi, termasuk Tanah Air. Sebagai bukti nyatanya adalah bom Bekasi yang dilakukan jaringan teroris pimpinan Bahrun Naim. Kelompok yang mengatasnamakan JAKDN itu berpaham radikal ISIS.

Target utama mereka membuat dunia takut. Dahrin menghimbau pemerintah Indonesia harus waspada. Karena sasaran ISIS sudah di depan mata dan cukup berbahaya. Peristiwa bom Bintara mempunyai maksud membunuh presiden, beserta aparat lainnya. Jika para petinggi negara ini tewas bisa jadi negara akan mudah dikuasai paham ISIS.

Bahrun Naim
Copyright©siputnews

Sekali lagi, Dosen Universitas Pertanahan ini menyatakan harus ada persiapan khusus yang dilakukan oleg aparat keamanan nasional seperti intelijen TNI, Badan Intelijen Negara atau BIN, intelijen polisi, dan pelaku penegak hukum lainnya.

Dengan memahami komentar masyarakat, Dahrin berharap petinggi negara tidak lengah. Mereka harus betul-  betul memahami informasi meskipun dalam bentuk candaan atau serius.

Sementara itu informasi terbaru ISIS berhasil menduduki Palmyra, kota Kuno di Suriah. Sebelumnya para tentara ISIS ini dipukul mundur. Namun mereka kembali menyerang dengan tentara yang lebih besar.

Sebanyak 4000 anggota ISIS menyerang Palmyra di sejumlah arah. Tentara Suriah yang dibantu Rusia pun tak dapat membendung serangannya. Hingga akhirnya mereka harus menarik diri dari kota bagian selatan.

baca juga :

Berita Terkini: ISIS Diperkirakan Berpotensi Kuat ‘Nimbrung’ Dalam Aksi 2 Desember Besok!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here