Berita Terkini: Meski Jadi Tersangka dan Terpidana, Ahok Tetap Tak Bisa Mundur Dari Pilkada DKI?

0
1412
Ahok
Copyright©klimg

Ahok Dapat Maju Pilgub DKI Jika Belum Ada Vonis Hukum Tetap Sebelum Pemilu Digelar !

Indowarta.com– Sidang perdana kasus penistaan agama oleh Ahok digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada hari ini. Kasus ini menghebohkan publik berawal dari sebuah video yang diunggah Buni Yani. Video tersebut menjadi viral di media sosial karena isinya berupa penggalan pidato Ahok di Kepulauan Seribu.

Saat itu Ahok mengomentari tertang Quran Surat Al Maidah ayat 51. Rupanya video yang diunggah Buni Yani ini menuai kontroversi. Hingga akhirnyat terjadi Aksi Bela Islam. Merasa ajaran agamanya dinistakan, Habob Novel melaporkan Ahok kepada aparat kepolisian.

Ahok pun terdesak dan meminta maaf kepada publik. Tak cukup disitu, umat Islam geram. Sontak adanya aksi bela Islam pada tanggal 4 November 2016.

WAJIB BACA :  Saipul Jamil Dapatkan Remisi, Ahok Kok Tidak?

Ratusan ribu umat Muslim mendatangi Jakarta. Tuntutan mereka adalah agar aparat kepolisian dengan tegas mengadili Ahok. Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan Ahok sebagai tersangka.

Menjadi tersangka mungkin adalah status yang tak pernah diinginkan Ahok. Apalagi dirinya saat ini tengah menggelar kampanye sebagai calon gubernur DKI Jakarta 2017. Atas kasus yang menimpanya, Ahok sering ditolak saat kampanye di sebuah tempat. Bahkan dirinya juga dikabarkan mundur dari pencalonan Gubernur.

Berdasarkan Undang Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada, setiap orang tidak mudah bisa mendaftar dan kemudian mundur. Hal ini sesuai dengan Pasal 191 UU Pilkada.

Ahok
Copyright©tstatic

Jika memang Ahok harus mundur, maka ia akan didenada 50 miliar rupiah dan dipidana 60 bulan. Hal ini juga berlaku untuk pemimpin partai atau gabungan partai pendukungnya.

WAJIB BACA :  Saipul Jamil Dapatkan Remisi, Ahok Kok Tidak?

Namun jika Ahok gugur menjadi calon gubernur DKI Jakarta 2017, ia akan dipenjara setidaknya 5 tahun atau lebih. Hal ini sesuai dengan isi Pasal 88 Ayat 1 Peraturan KPU (PKPU) nomor 9 tahun 2016. Isinya “pasangan calon terbukti melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam pidana penjara paling singkat 5 tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap, sebelum hari pemungutan suara.

baca juga :

Berita Terkini: Meski Berseteru Rebutkan Kursi Panas DKI, Agus Yudhoyono Tetap Doakan Ahok !

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here