Berita Terheboh: Data Dibobol, Pengguna Yahoo Harap Lakukan Tahap Ini !

0
623
yahoo
Copyright ©Yahoo

Data Pengguna Yahoo Dijual Senilai 4 miliar Rupiah !

Indowarta.comYahoo mengalami kebobolan data penggunanya. Kasus ini sempat menyedot publik termasuk indsutri antivirus terkemuka. Pengguna Yahoo yang menjadi korban diharapkan segera antisipasi untuk melindungi datanya.

Tony Anscombe, Senior Security Evangelist menanggapi kebobolan yang dialami Yahoo. Ada cara mudah agar data pengguna tetap aman. Yaitu dengan mengganti password dengan kombinasi karakter. Sehingga password akan semakin kuat. Misalnya dengan menggabungkan huruf besar, angka, huruf kecil, dan simbol.

Selain itu pengguna Yahoo harap secepatnya melakukan pengecekan terhadap akun online yang menggunakan email dan password yang sama. Seperti medias sosial, e banking, dan e commerce. Untuk lebih aman, pengguna dapat mengganti email dan password agar terhindar dari penyalahgunaan data.

Pengguna Yahoo dapat juga memblokir beberapa aktivitas yang dianggap mencurigakan. Kemungkinan hacker akan mengirim email dari akun yang dibobol tersebut. Ada baiknya segera menghubungi relasi atau kerabat untuk menghindari penipuan.

Hal terakhir yang bisa dilakukan adalah dengan mengupdate antivirus yang digunakan pada PC maupun gadget. Dengan antivirus, adalah cara untuk melawan hacker.

yahoo
Copyright ©Yahoo

Pengguna yahoo jugda dapat menggunakan aplikasi manajemen password. Dimana aplikasi ini akan melindungi password yang disimpan. Selain itu aplikasi ini juga memberikan peringatan pada pengguna jika kedapatan membobol email.

Parahnya, database yang berisi informasi pengguna Yahoo telah dijual di pasar gelap senilai 300 ribu dollar AS atau kurang lebih 4 miliar rupiah. Andrew Komarov, Chief Intelligence Officer mengatakan sejumlah hacker di Eropa Timur menjual database pengguna Yahoo di pasar gelap.

Data tersebut dibeli oleh dua spammer dan mata- mata internasional dengan harga tersebut. Namun Komarov sudah mendapat salinan database dan mengirimkannya kepada pemerintah di Amerika Serikat, Australia, Kanada, Inggris, dan Uni Eropa.

Pemerintah dari negara di atas kana memberifikasikan keaslian dokumen tersebut. Alasan Komarov tidak langsung menghubungi yahoo karena keraguannya. Seperti Yahoo tidak sempat mengecek informasi yang ia sampaikan. Atas kasus peretasan yahoo ini, verizon belum berani komentar banyak.

baca juga :

Berita Terkini: Tak Hanya Yahoo, Microsoft Juga Pernah Tawar FB Dengan Nilai yang Fantastis Lho !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here