Ahok : Oknum Pengecut Pakai Al Maidah, Jaksa : Seolah Olah Dia Paling Benar !

0
2124
Ahok : Oknum Pengecut Pakai Al Maidah, Jaksa : Seolah Olah Dia Paling Benar !
Copyright ©Viva

Ahok : Oknum Pengecut Pakai Al Maidah, Jaksa : Seolah Olah Dia Paling Benar !

Indowarta.com – Jaksa penuntut umum Ali Mukartono mengatakan bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) seolah-olah sebagai orang yang paling benar. Menurutnya, pernyataan Ahok yang menyebut bahwa kandidat daerah seharusnya adu program menunjukkan sikap merasa paling benar tersebut.

Saat membacakan tanggapan atas nota keberatan Ahok dia mengatakan, “dalam kaitan ini terdakwa telah menempatkan diri seolah-olah sebagai orang yang paling benar dan mengharuskan kandidat kepala daerah dengan metode yang sama dengan terdakwa yaitu adu program.”

Ali menambahkan, “sebaliknya kandidat lain tersebut tidak sepaham dengan anda, termasuk yang menggunakan surat Al Maidah ayat 51 dikatakan oleh terdakwa sebagai oknum elite yang pengecut.

WAJIB BACA :  Saipul Jamil Dapatkan Remisi, Ahok Kok Tidak?
Ahok : Oknum Pengecut Pakai Al Maidah, Jaksa : Seolah Olah Dia Paling Benar !
Copyright ©CNN indonesia

Menurut Ali, seharusnya parameter yang digunakan dalam pesta demokrasi antar kepala daerah yaitu peraturan perundang-undangan. Sikap Ahok yang menyebut oknum elite pengecut merupakan sikap yang merasa paling benar. Harus dikembalikan kepada peraturan perundang-undangan sepanjang tidak melanggar peraturan, kata Ali.

Selain itu menurut jaksa, jawaban atas eksepsi terdakwa dan penasihat hukumnya merupakan hak jaksa. Perbedaan persepsi hukum terkait syarat formil dan materiil adalah hal yang wajar dalam sebuah persidangan.

Tujuannya adalah menciptakan persidangan yang objektif demi keadilan. Menurut jaksa penuntut umum, keberatan secara umum disampaikan oleh terdakwa terutama terkait dengan niat yang diakuinya tidak adanya niat menistakan agama maupunmenghina ulama.

Jaksa berpendapat bahwa pernyataan yang dilakukan oleh Calon Gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua di Kepulauan Seribu yang mengatakan, “…jangan percaya dibohongi surat Al Maidah ayat 51,”tetap bertujuan untuk mempengaruhi pemilih terkait dengan pilkada DKI.

WAJIB BACA :  Saipul Jamil Dapatkan Remisi, Ahok Kok Tidak?

Disamping itu jaksa juga menilai pembelaan atau penafsiran yang telah dilakukan oleh Cagub tersebut dengan menuduh adanya oknum politisi busuk yang memanfaatkan surat Al Maidah ayat 51 untuk kepentingan politik justru dinilai dapat memicu perpecahan umat.

Jaksa menganggap terdakwa menempatkan dirinya orang yang paling benar dan mengetahui persoalan surat Al Maidah 51. Sehingga dia bisa menyampaikan penafsiran sesuai dengan pemahamannya. Dalam pandangan jaksa, setiap calon atau politisi boleh menggunakan berbagai cara selama itu tidak bertentangan dengan UU yang berlaku  dalam melakukan sosialisasi.

Dalam sidang pembacaan tanggapan hari ini, jaksa telah menolak seleuruh pembelaan Ahok. Sidang akan dilanjutkan pada 27 Desember 2016 dengan agenda pembacaan putusan sela majelis hakim.

Baca Juga Berita Terkini Begini Cara Adik Fadlan dan Fadli Lolos Dari Penganiayaan Dan Hendak Dilecehkan !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here