Gambar 5 Pahlawan Dalam Uang Baru Disebut Kafir, Dwi Estiningsih Dipolisikan !

0
3529
Gambar 5 Pahlawan Dalam Uang Baru Disebut Kafir, Dwi Estiningsih Dipolisikan !
Copyright ©Twitter/@estiningsihdwi

Gambar 5 Pahlawan Dalam Uang Baru Disebut Kafir, Dwi Estiningsih Dipolisikan !

Indowarta.comDwi Estiningsih yang diketahui sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berkicau di Twitter miliknya terkait dengan gambar pahlawan yang terdapat dalam uang baru. Ia menyinggung masalah suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) menuai banyak kecaman.

Dirinya dilaporkan oleh Forum komunikasi Anak Perjuangan Republik Indonesia (Forkapri) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro jaya pada Rabu (21/12/2016). Karena cuitannya tersebut seorang anak pejuang, Ahmad Zaenal Efendi merasa terhina dengan pernyataannya di Twitter yang berisi, “Luar biasa negeri yg mayoritas Islam ini. Dari ratusan pahlawan, terpilih 5 dari 11 adalah pahlawan kafir”.

Dalam perkataan Ahmad dia mengatakan kalau terluka, karena keluarganya pejuang. Menurutnya ini ada upaya adu domba memecah belah dari Sabang sampai Merauke dengan ujaran kebencian atau SARA.

Gambar 5 Pahlawan Dalam Uang Baru Disebut Kafir, Dwi Estiningsih Dipolisikan !
Copyright ©Twitter/@estiningsihdwi

Ahmad melaporkan Dwi Estiningsih yang merupakan pendidik di Yogyakarta tersebut dengan nomor polisi LP/6252/XII/2016/PMJ/Dit.Reskrimnus, terkait dengan pasal 28 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016, tentang perubahan undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Sementara itu, kuasa hukum dari Ahmad mengatakan kedua cuitan Dwi Estiningsih dalam Twitternya itu yang menggunakan kata “kafir” jelas merupakan suatu penghinaan kepada pahlawan. Seperti yang dikatan kuasa hukum tersebut, baginya itu kelas suatu penghinaan, karena setiap orang memiliki iman serta kepercayaan, tetapi tidak serta merta dilempar ke publik dan menganggap semua orang tidak beriman.

Pernyataan Dwi Estiningsih itu sudah sangat keterlaluan. Dia mengharapkan penyidik segera memproses hukum yang bersangkutan. Selain itu Dwi berdasarkan rekam jejaknya adalah seorang kader PKS, yang pernah menjadi calon legeslatif di Yogakarta dan sebagai pengajar disana. Pihaknya mendesak polri untuk menegakkan hukum. Tidak boleh lagi ada yang menghina dan mencaci maki pahlawan.

Pernyataan Dwi diduga kuat mengandung SARA dan ujaran kebencian, apalagi itu meupakan pahlawan bangsa dimana Negara telah memberikan penghargaan. Saat ditemui dirumahnya, Dwi Estiningsih tidak bisa menanggapi laporan tersebut.

Terkait dengan tuduhan ujaran kebencian itu Dwi tidak bisa mengecap pikiran banyak orang, terserah saja orang akan berpikir apa, Dwi tidak bisa mengontrol apa presepsi dari masyarakat, keterangan Dwi saat sedang menggendong anak bungsunya yang masih berusia 1 bulan pada rabu siang.

Baca Juga Begini Penjelasan BI Soal Cut Meutia Tak Pakai Hijab Dalam Uang Baru !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here