Dwi Estiningsih Sebut 5 Pahlawan dalam Uang Baru ‘Kafir’, NU Beri Pengertian Tentang Makna Kafir !

0
1485
Dwi Estiningsih
Copyrigt©twitter

Dwi Estiningsih Sebut 5 Pahlawan dalam Uang Baru ‘Kafir’, NU Beri Pengertian Tentang Makna Kafir !

Indowarta.com– Tokoh Nahdlatul Ulama yakni Gus Nuril Arifin telah menghimbau untuk masyarakat beragama Indonesia untuk tidak segera terpancing amarahnya jika mereka disebut kaum kafir. Pada hari Rabu 21 Desember 2016 Gus Nuril mengatakan “Kafir ada yang mengartikan petani, karena menyembunyikan benih di dalam tanah. Ada yang mengartikan cat, krn tembok buruk ditutup dengan cat yang baik”.

Gus Nuril menyebutkan bahwa di daerah Jawa, orang menyebut kafir sebagai kapur. Maknanya adalah kalau 17 an orang sering mewarnai tembok mereka dengan labur atau kapur dengan warna putih. Dengan ilustrasi tersebut, Gus Nuril mengaritikan bahwa kafir ini bisa diartikan sebagi orang yang dengan sengaja menutup kebenaran. Gus Nuril mengatakan “Saya tegaskan kata kafir itu bukan untuk umat beragama yang ber-Tuhan. Bukan hanya Islam, semua agama yang masih menyembah Tuhan itu tidak kafir”.

Dwi Estiningsih
Copyrigt©twitter

Dirinya menilai bahwa masyarakat Indonesia ini sekarang memang terlalu mudah untuk bertindak dan juga tersinggung terhadap sesuatu yang masih belum diketahui dengan pasti tentang kebenarannya. Gus Nuril mengatakan “Itu bodohnya orang yang mengatakan kafir dan orang yang tersinggung dikatakan kafir. Pahami dulu maksudnya”.

Seperti yang telah diketahui bahwa Relawan Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) ini telah melakukan pelaporan terhadap akun media sosial yang bernama @estiningsihdwi ke polisi. hal ini terjadi karena diduga akun media sosial tersebut telah melakukan penyebaran kebencian melalui akun media sosial. Dwi Estiningsih dalam akun twitternya menuliskan “Luar biasa negeri yang mayoritas Islam ini. Dari ratusan pahlawan, terpilih 5 dari 11 adalah pahlawan kafir. #lelah”.

Tidak hanya itu saja, sekolompok orang yang tergabung di dalam Forum Komunikasi Anak Penjuang Republik Indonesi (Forkapri) ke Polda Metro Jaya pada hari Senin 21 Desember 2016. Kedatangan mereka ini juga bertujuan untuk melaporkan pemilik akun media sosial @estinigsihdwi. Ketua dari Forkapri yakni Birgaldo Sinaga mengatakan bahwa dirinya sebagai anak bangsa ini merasa sangat tersinggung dengan apa yang telah dituliskan oleh @estiningsihdwi

baca juga :

Ini Dia ternyata Sumber Dana Ahok Djarot Saat Terima Dana Kampanye Sampai Rp 48 Miliar !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here