Berita Terkini : ISIS Kerahkan Anak-anak Lakukan Penyerangan di Inggris, London dan New York

0
1737
ISIS
Copyrigt©CNN

ISIS Kerahkan Anak-anak Lakukan Penyerangan di Inggris, London dan New York

Indowarta.com – Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) diyakini telah menyediakan aplikasi dan material yang lain bagi anak-anak dengan maksud menyiapkan generasi baru sebagai teroris.

ISIS diketahui mendirikan kios-kios internet di wilayah yang mereka kuasai di Irak dan Suriah, yang dapat digunakan oleh anak-anak untuk mengakses sebuah aplikasi dan situs-situs internet, baik untuk belajar bahasa Arab maupun belajar tentang ideologi ISIS.

Di bagian pelajaran bahasa Arap terdapat foto tank, senjata maupun ciri khas kota di Eropa dan Amerika, Jhon Dorrian, perwira menengah militer AS yang terlibat dalam perang melawan ISIS di timur tengah mengatakan, apa yang kini dilakukan oleh ISIS itu sungguh sangat tercela, mereka telah menyiapkan anak-anak untuk melakukan serangan di Barat, sasarannya adalah tempat-tempat seperti Big Ben, Menara Eiffel dan patung Liberty.

Berita Terkini : ISIS Kerahkan Anak-anak Lakukan Penyerangan di Inggris, London dan New York
Copyright©businessinsider

Anak-anak telah diindoktrinasi. Mestinya mereka belajar bahasa Arab, akan tetapi foto yang ada terkait dengan kekerasan dan ekstreisme. Anak-anak tersebut akan diberikan penghargaan jika mau melakukan serangan di Barat.

Dorrian mengaku sangat prihatin dengan perkembangan ini dan sebisa mungkin berbagai pihak harus bisa menyelamatkan anak-anak tersebut dari indoktrinasi ISIS.

Selain mendirikan kios-kios internet, kelompok yang menamakan mereka sebagai Negara Islam ini juga diyakini akan terus menyebar paham radikal dengan tujuan merekut anak-anak muda du Barat untuk mencari para petempur baru atau teroris baru yang ingin bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah.

Diperkirakan ada kenaikan tajam jumlah anak-anak remaja di garis depan, diperkirakan mencapai 50.000 setelah kelompok radikal ini mengalami pukulan telak di Mosul (Irak) dan Raqqa (Suriah). Kurang lebih 300 remaja meninggal dunia, sebagian besar dalam aksi-aksi bunuh diri dan angka ini akan terus bertambah apabila tipe serangan it uterus dilanjutkan.

Sebagian besar anak-anak yang berada dibawah kontrol kelompok radikal ini berasal dari Irak, Suriah, Yaman, dan maroko. Selain itu juga ada anak-anak yang berasal dari Inggris, Perancis, Australia dan beberapa negara Barat yang lain.

Seorang pejabat dari Inggris juga mengatakan tidak mudah menyelamatkan anak-anak dari kontrol ISIS.

Baca Juga Om Telolet Om Mendunia, Netter Minta Pemerintah Tetapkan Hari Libur Nasional Pada 21 Desember 2016 ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here