Menkominfo Ancam Blokir Google di Indonesia Jika Tetap Tak Bayar Pajak!

0
572
Google
Copyrigt©google

Menkominfo Ancam Blokir Google di Indonesia Jika Tetap Tak Bayar Pajak!

Indowarta.com– Menenteri Komunikasi Informatika (Menkominfo) yakni Rudiantara telah memberikan teguran berupa blokir dan juga menutup operasionalnya di Indonesia apabila Goole ini tidak akan segera melakukan pembayaran tunggakan pajak. Rudi pada saat ditemui di Hotel Four Seasons, Jakarta Selatan pada hari Kamis 22 Desember 2016 mengatakan bahwa blokir itu memang merupakan langkah yang paling akhir.

Namun Rudi juga mengatakan bahwa pihaknya juga tidak akan begitu saja melakukan pemblokiran terhadap Google ini. Tentu saja pihaknya juga akan memperhitungkan tentang kebutuhan dari para masyarakat yang aktivitas sehari-harinya akan tertunjang oleh adanya Google ini. Hal ini karena Google bukan merupakan semata-mata mesin pencari saja, namun Google juga bisa digunakan untuk menyimpan data di email.

Rudiantara mengatakan “Kita tidak bisa hanya blokir, kita juga harus memperhitungkan kepentingan masyarakat secara umum. Ini tidak bisa ditetapkan oleh saya sendiri. Ini akan ditetapkan bersama-sama dengan stakeholder. Teman-teman mau blokir enggak?”.

Google
Copyrigt©google

Lebih jauh lagi, pada saat ini dirinya telah menyerahkan hal ini sepenuhnya kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang merupakan otoritas yang berwenang dan juga paham mengenai perhitungan dari tunggakan pajak Google tersebut.

Sementara itu, Ditjen Pajak Kementerian Keuangan telah menyatakan bahwa porses settlement ataupun penyelesaian dengan negosiasi mengenai kewajiban pajak dengan Google Asia Pacific Pte Ltd yang berkantor di Singapura telah ditutup.

Kepala Kantor Wilayah DKI Jakarta Khusus DJP, Muhammad Haniv mengatakan bahwa pihaknya ini akan melanjutkan pemeriksaan biasa. Hal ini berarti sudah tidak berarti lagi kesempatan yang telah diberikan oleh DJR untuk memberikan tarif damai bagi Google.

Haniv mengatakan bahwa apabila pada bulan Januari nanti Google tidak kunjung membuka pembukuan dan juga memberikan data yang diinginkan, maka pihaknya tidak akan segan untuk melakukan investigasi secara menyeluruh.

Data teresebut harus sudah diberikan pada bulan Januari nanti. Hal ini berarti perlakuan akan kembali normal dan Google akan dikenakan denda sebesar 150 persen dari pokok pajaknya. Jumlah itu juga masih akan ditambah dengan pokok pajak tahun 2015 yang diperkirakan sebesar Rp 5 triliun.

baca juga :

Google Ikut Rayakan Hari Ibu 22 Desember dengan Pamerkan Doodle Sepatu Anak dan Ibunda !

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY