Berita Terkini: Dwi Estiningsih Bakal Dibawa Ke Jakarta Jika Terbukti Melanggar Hukum !

0
1863
Gambar 5 Pahlawan Dalam Uang Baru Disebut Kafir, Dwi Estiningsih Dipolisikan !
Copyright ©Twitter/@estiningsihdwi

Inilah Alasan Dwi Estiningsih Menyebut Pahlawan Kafir Dalam Uang Baru RI !

Indowarta.comDwi Estiningsih yang diduga pelaku penghinaan pahlawan dalam uang baru akan segera diperiksa polisi. Hal ini dikatakan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan. Bahwa pihaknya akan segera menyelidiki kasus yang menimpa Dwi Estiningsih, pemilik akun @estiningsihdwi.

Dikutip dari pernyataan Iriawan, “Kami akan lakukan gelar perkara, nanti akan kami tentukan masuk pidana atau tidak”

Dalam penentuan kasus ini, Polisi akan menggandeng saksi dan ahli dalam gelar perkara. Dwi Estiningsih akan dipanggil ke Jakarta, jika penyidik Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus menyatakan ada pelanggaran hukum. Kemungkinan besar ibu empat anak ini ditetapkan menjadi tersangka. Namun ini semua tergantung dari hasil gelar perkara.

Sebelumnya Forkapri (Forum Komunikasi Anak Pahlawan Republik Indonesia) telah melaporkan Dwi Estiningsih ke Polda Metro Jaya. Berikut nomor laporannya LP/6252/XII/2016/PM/Dit.Reskrimsus. forum ini menganggap kicauan Dwi Estiningsih di akun twitternya sudah menghina nilai kepahlawanan Indonesia.

Dwi Estiningsih
Copyrigt©twitter

Atas penghinaan terhadap mata uang baru, Dwi Estiningsih dilaporkan telah melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Yang mana pelaku akan dihukum penjara selama 6 tahun.

Sementara itu alasan Dwi terkait komentarnya tentang pahlawan kafir adalah bahwa mayoritas pahlawan yang tergambar di uang baru emisi tahun 2017 beragama Muslim. Tetapi menurut Dwi, gambar yang tertera tidak menunjukkan jati diri sebagai seorang muslim. Seharusnya menurut Dwi, gamabr pahlawan tersebut sesuai dengan realita.

Atas laporan yang dilayangkan Forkapri, Dwi menanggapi kika seharusnya bukan dirinya yang dilihat sebagai masalah. Melainkan aparat pemerintah melihat masalah pada tempatnya. Tidak membolak balikkan mana masalah mana yang bukan.

Bahkan usai dilaporkan pada polisi, dosen sebuah universita ini tidak akan menghapus cuitannya maupun komentar yang ada. Apalagi memblokir orang yang telah membully nya. Karena ini merupakan komitmennya. Baginya bullying adalah bentik wujud dari perhatian publik. Tapi dia tidak akan menanggapinya.

baca juga :

Dwi Estiningsih Sebut 5 Pahlawan dalam Uang Baru ‘Kafir’, NU Beri Pengertian Tentang Makna Kafir !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here