Warga Panik dan Lari Berhamburan Saat Banjir Terjang Bima !

0
441
Warga Panik dan Lari Berhamburan Saat Banjir Terjang Bima !
Copyrigt©BBC

Warga Panik dan Lari Berhamburan Saat Banjir Terjang Bima !

Indowarta.com – Akibat hujan yang terus mengguyur akhirnya banjir kembali terjadi di Kota Bima pada Jumat (23/12/2016). Bahkan banjir kali ini diperkirakan lebih besar dari banjir yang menerjang Kota Bima tiga hari yang lalu.

tingginya luapan air sungai yang melintas di kawasan tersebut membuat ribuan rumah terendam banjir bandang dan sejumlah jembatan bahkan nyaris ambruk. Kaget dengan air yang tiba-tiba saja naik, saat itu warga langsung panik dan berhamburan keluar rumah, dengan melalui jalan yang saat itu sudah tergenang air untuk mengungsi ke dataran yang lebih tinggi.

Bahkan sebagian warga meninggalkan rumah tanpa memperdulikan barang-barang mereka. kepanikan warga itu terlihat di sekitar jembatan Sadia, Kecamatan Mpunda. Mereka semua merasa khawatir banjir kembali menerjang pemukiman mereka dan merubuhkan jembatan.

Warga Panik dan Lari Berhamburan Saat Banjir Terjang Bima !
Copyrigt©Kompas

Seorang warga setempat mengatakan, sekitar pukul 13.00 Wita, air semakin tinggi hingga mencapai dada orang dewasa. Jembatan juga sudah mulai retak, maka dari itu warga menjadi panik dan lari berhamburan keluar rumah.

Kepala BPBD Kota Bima, H Syarafuddin mengatakan, banjir Bima ini terjadi pada Jumat siang itu kembali merendam 5 Kecamatan di Kota Bima. Banjir tesebut terjadi karena intensitas hujan yang cukup tinggi pasca banjir pada Rabu lalu.

Terlebih nmasih banyak sampah sisa banjir yang sebelumnya di bantara sungai, sehingga membuat saluran air menjadi tersumbat. Air dengan cepat menggenangi  pemukiman warga, selain itu banjir diakibatkan adanya banjir kiriman dari Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima.

Banjir Bima ini tidak hanya menggenangi pemukiman warga, bahkan sejumlah jembatan di Kota Bima juga nyaris ambruk akibat dari banjir itu. Karena khawatir akan terjadi banjir susulan, Syarafuddin mengimbau agar warga segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Hingga kini aparat gabungan terus melakukan evakuasi kepada warga yang terjebak di dalam rumah. Namun kurangnya perahu karet membuat proses evakuasi menjadi terkendala.

Sementara itu, dampak dari banjir Bima ini terparah berada di Kecamatan Rasanae barat yang merupakan hulu sungai. Di daerah tersebut ketinggian air di pemukiman mencapai lebih air 3 meter.

Baca Juga Berita Terkini: Suami Inneke Koesherawati Ditahan KPK !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here