Mengenang Kembali Moment Ajaib Dibalik Tsunami Aceh 26 Desember 12 Tahun Lalu !

0
622
Mengenang Kembali Moment Ajaib Dibalik Tsunami Aceh 26 Desember 12 Tahun Lalu !
Copyrigt©Kompas

Mengenang Kembali Moment Ajaib Dibalik Tsunami Aceh 26 Desember 12 Tahun Lalu !

Indowarta.com – Gempa besar yang disusul dengan gulungan air laut yang telah meluluhlantakan Aceh pada 12 tahun silam. Bencana Tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 itu menyisakan sebuah kisah yang menakjubkan dari sejumlah korban yang selamat.

  1. Diselamatkan oleh ular

Umi Kalsum(58) selamat dari maut berkat bantuan dari seekor ular.12 tahun silam dirinya sedang asyik menanam bunga di pekarangan rumahnya. Namun tiba-tiba bumi bergoyang dihempas gempa Aceh dengan kekuatan 9,1 SR. beberapa menit setelah itu orang berlarian sambil berlarian air laut naik.

Belum jauh berlari, Umi terhempas oleh gelombang tsunami, dirinya hilang kesadaran karena terombang-ambing gelombang pekat tsunami. Saat dia sadar sudah di jembatan Kajhu, dia mengatakan kalau mulut ular itu didepan matanya, tubuhnya dililit oleh ular itu.

Awalnya Umi mengira ular itu sebatang pohon pisang. Warnanya loreng, sampai dijembatan itu dia sadar begitu melihat kepala ular. Dia hanya mengucapkan selamatkan saya ke darat ya mulia.

Ular itu sebesar tiang listrik. Ditarik badannya dari lilitan ular itu, tiba-tiba ular itu melepaskannya dengan meluruskan tubuhnya dan pergi entah kemana.

Mengenang Kembali Moment Ajaib Dibalik Tsunami Aceh 26 Desember 12 Tahun Lalu !
Copyrigt©Merdeka
  1. Bocah Bertahan Hingga 21 Hari

Tsunami Aceh 12 tahun silam, kostum timnas Portugal bernomor 10 yang tercantumnama bintang sepak bola dunia Rui Costa melekat di tubuh seorang bocah. Baju itu khusu dibelikan ayahnya karena bocah itu tidak mau nomor punggung lain. Minggu pagi itu dirinya bermain sepak bola di lapangan belakan rumahnya. Namanya Martunis yang dikenal sebagai bocah ajaib.

Gempa hebat itu menghentikan dia dan teman-temannya yang bersain bola. Tidak lama kemudian mobil yang ditumpanginya dihantam gelombang tsunami hingga ia berpisah dengan ibu dan 3 saudaranya.

Setelah timbul tenggelam dalam pekatnya gelombang tsunami, Martunis kemudian meraih kasur dan naik diatasnya. Namun tidak bertahan lama kasur itu tenggelam, ia terus bertahan dengan bergelantungan pada pohon yang hanyut.

Arus membawanya berputar-putar hingga dia pingsan. Begitu sadar dia telah tersangkut di atas pohon bakau. Martinus bertahan selama 21 hari di atas pepohonan dengan ngelimpangan mayat dimana-mana. Untuk bertahan hidup dia memungut makanan dan air mineral yang terseret gelombang.

Di hari ke-21 pria yang sedang mencari keluarganya di kawasan itu menemukan Martinus. Kemudian dia diserahkan ke wartawan Sky News yang saat itu meliput bencana Tsunami Aceh.

  1. Naik Sepeda dan Berenang

Kakak beradik Noni Delfina dan Nina Delfina adalah korban selamat tsunami Aceh 12 tahun silam. Saat tsunami datang keduanya meninggalkan rumah mereka. Nina menumpang sepeda motor saat turun ke jalan. Noni memilih naik sepedanya.

Nina sempat melihat Noni yang kelelahan naik seped sebelum akhirnya dipisahkan. Dia ingat gelombang tsunami datang tiga kali dengan jarak waktu 15 menit. Setelah berjuang 5 jam, Nina bisa menyelamatkan diri. Ia terseret ke lantai dua sebuah bangunan. Ia beristirahat dan berdoa. Kemudian nina ke bukit dengan berenang.

Keduanya dulu peselancar,mereka memahami air dan bisa berenang. Dia mengingat saat-saat mengerikan ketika berenang di tengah gelombang tsunami melalui tubuh manusia dan sampah.

  1. Kembali Setelah 10 Tahun Hilang

10 tahun menghilang, Fanisa Rizkiam akhirnya kembali ke kampung halamannya. Dia dipulangkan dari Malaysia pada Jumat, 19 Desember 2014 pagi. Tanpa bisa mengingat kejadiannya, Fanisa kemudian tinggal dan menjadi TKI di Malaysia. Keberadaannya diketahui setelah pemerintah Aceh mendapat informasi dari KBRI di Malaysia bahwa ada anak dibawah umur yang dipekerjakan jadi TKI.

Setelah ditelusuri ternyata Fanisa adalah korban tsunami Aceh.

Mengenang Kembali Moment Ajaib Dibalik Tsunami Aceh 26 Desember 12 Tahun Lalu !
Copyrigt©GoRiau
  1. Kubah Penyelamat

Tsunami aceh pada 26 Desember 2004 menjadi bencana terbesar di abad 21. Jejak kedahsyatan bencana yang menelan ratusan ribu korban jiwa itu bahkan masih bisa disaksikan hingga kini. Salah saktu bukti kedahsyatan itu adalah berpindahnya kubah masjid berbobot 80 ton.

Saat tsunami Aceh tahun 2004 lalu. seluruh bangunan masjid rusak dan hany menyisakan kubah masjid berdiameter 4×4 meter. Kubah itu terbawa arus gelombang sejauh 2,5 kilometer.

Berpindahnya kubah ini diluar nalar manusia. Kubah 80 ton itu terombang-ambing melewati permukiman warga. Kejadian ini belakangan melahirkan cerita yang menyebutkan kubah diangkat oleh seorang ulama besar di Aceh dengan tiga muridnya sehingga bisa berpindah.

Kubah itu disebut sebagai kapal penyelamat, karena banyak orang yang menyelamatkan diri dengan naik di atas kubah saat bencana itu. Awal kubah ditemukan, warga juga menemukan beberpa kitabn suci Alquran yang telah terendam dilokasi kubah. Alquran yang hancur itu kemudian disatukan dalam wadah kaca.

Baca Juga Berita Terkini: Suami Inneke keosherawati ‘Fahmi Darmawansyah’ mengaku Kaget Ditahan KPK !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here