Berita Terkini: Presiden Jokowi Beberkan Alasan Kenapa Harga Listrik Di Indonesia Mahal !

0
3023
Jokowi

Berita Terkini: Presiden Jokowi Beberkan Alasan Kenapa Harga Listrik Di Indonesia Mahal !

Indowarta.com– Presiden Joko Widodo telah membeberkan mengenai penyebab dari harga listrik dari pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonseia ini masih jauh lebih mahal apabila dibandingkan dari  negara yang lainnya. Jokowi menyebutkan bahwa masih banyak beban biaya yang semestinay ini tidak terlalu masuk ke dalam pebentukan harga listrik. Hal inilah yang menyebabkan bahwa harga listrik dari EBT ini mahal di Indonesia.

Jokowi, ‎saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Lahendong Unit 5 dan 6, di Topaso Minahasa, Sulawesi Utara pada hari Rabu 27 Desember 2016 mengatakan “Kenapa harga kita mahal? Karena terlalu banyak beban-beban biaya yang sebetulnya tidak perlu. Ini sudah saya sudah perintahkan kepada menteri ESDM”.

Jokowi mengungkapkan bahwa beban biaya yang tidak perlu ini telah muncul dari terlalu banyak pihak yang bertindak yang merupakan perantara dalam proyek pembangunan pembangkit ini. Jokowi mengatakan “Terlalu banyak orang di tengah, terlalu banyak yang brokerin, terlalu banyak yang ngakali‎. Benar ndak?”.

Jokowi mengatakan bahwa harga lisrik di Indonesia ini jangan sampai melebihi harga listrik di negara lain khusunya negara tetangga. Namun pada kenyataannya kali ini harga listrik dari pembangkit berbasis EBT ini masih jauh lebih mahal dari pada harga listrik dari negara tetangga.

BPJS kesehatan

Jokowi menyebutkan bahwa di Serawak Malaysia listrik dari pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) harganya USD 2 sen per kWh sedangkan di Indonesia harganya bisa mencapai USD 7 sen per kWh. Selain itu harga listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Uni Emirat Arab seharga USD 2,9 sen per kWh sedangkan di Indonesia ini mencapai USD 14 sen per kWh.

Jokowi menegasakn bahwa praktik perantara yang berjalan ini harus bisa dipangkas. Karena untuk menekan biaya, Indonesia ini membutuhkan efisiensi di semua lini sehingga akan bisa meningkatkan daya saing Indonesia.

Jokowi mengatakan “Kita ngomong apa adanya, kenapa mereka bisa kita tidak bisa pasti ada sesuatu. Masa antar BUMN ada yang di tengah, masa dari swasta ke PLN ada yang di tengah,untuk apa?, sudah sekarang‎ buka-bukaan saja, negara kita perlu efisiensi  di semua lini”.

baca juga :

Berita Hari Ini: Presiden Jokowi Tepis Jutaan Tenaga Kerja Tiongkok Masuk RI !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here