Kenapasih Kampanye Pilkada 2017 Terkesan Sangat Sepi, Ini Penyebabnya ?

0
638
Pilkada 2017
Copyrigt©waspada

Kenapasih Kampanye Pilkada 2017 Terkesan Sangat Sepi, Ini Penyebabnya ?

Indowarta.com– Komisi Pemilihan Umum telah mengungkapkan faktor yang mempengaruhi tentang kurang ramainya penyelenggaraan dari Pilkada 2017 yang akan digelar pada 101 daerah ini. Menurut Juri Ardiantoro yang merupakan Ketua KPU RI, terdapat empat faktor yang menyebabkan Pilkada 2017 ini menjadi sepi.

Juri menyebutkan yang menjadi faktor utama adalah panjangnya masa kampanye di Pilkada 2017 ini. Masa sosialisasi yang digelar selama tiga bulan ini akan berdampak pada munculnya pengaturan waktu kegiatan untuk para calon kepala daerah.

Juri di Kantor KPU RI, Hayam Wuruk, Jakarta pada  hari Selasa 27 Desember juga menyebutkan yang menjadi faktor kedua penyebab sepinya Pilkada 2017 ini adalah peserta Pilkada yang tidak banyak. Jika dulu setiap daerah ada 5 hingga 7 pasangan calon, namun sekarang pada setiap daerah rata-rata hanya terdapat 2 atau 3 pasangan calon.

Penyebab yang ketiga adalah adanya keterlibatan KPU di dalam penyediaan alat peraga kampanye di Pilkada 2017 ini. Pengadaan alat peraga memang menjadi tanggung jawab KPU pada masa kampanye Pilkada kali ini.

Pilkada 2017
Copyrigt©klikkabar

Lalu untuk faktor yang keempat ini adalah sekarang pasangan calon sudah memikirkan mengenai model kampanye yang berbeda dengan gelaran Pilkada yang sering mengumbar alat peraga dan juga iklan. Sekarang para pasangan calon ini lebih suka jalan-jalan menemui masyarakat yang istilah kerennya adalah blusukan.

Sebelumnya, tim monitoring Pilkada Kementerian Dalam Negeri ini telah memberikan sorotan tentang minimnya sosialisasi Pilkada tahun 2017. Akibat dari itu, kampanye di daerah-daerah penyelenggara ini menjadi sepi.

Pada hari Kamis 22 Desember 2016 anggota Tim Monitoring dari Kemdagri Hariadi mengatakan bahwa kemungkinan terdapat sekitar 80 persen daerah Pilkada sepi. Biasa saja hampir tidak ada sesuatu. Hariadi juga memberikan sorotan kepada metodo sosialisasi KPU yang dinilai tidak berkembang dari tahun yang sebelumnya. metode sosialisasi ini harus dikembangkan untuk bisa menarik perhatian dari masyarakat terhadap Pilkada 2017 ini.

Contohnya adalah pada pilkada yang diselenggarakan pada tahun 2015. Terdapat KPU daerah yang melakukan sosialisasi dengan menggunakan mobil keliling. Mobil tersebut telah bergerak ke beberapa wilayah di Kalimantan untuk memberikan informasi mengenai tanggal dilaksanakan Pilkada.

baca juga :

Berita Terkini: Harapan PMKRI Atas Habib Rizieq yang Selalu Dianggap Kebal Hukum !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here