Berita Terkini: Begini Penjelasan Panitia Soal Siswi SMP Diminta Lepas Jilbab Di Kejuaraan Karate !

0
665
Berita Terkini: Begini Penjelasan Panitia Soal Siswi SMP Diminta Lepas Jilbab Di Kejuaraan Karate !
Copyrigt©RMOL

Begini Penjelasan Panitia Soal Siswi SMP Diminta Lepas Jilbab Di Kejuaraan Karate !

Indowarta.com – Beberapa hari terakhir ini, broadcast beredar di berbagai media sosial tentang siswi SMP diminta lepas jilbab di kejuaraan karate di GOR Magetan, pasalnya siswi SMP tersebut menolak untuk melepas jilbabnya dan memilih untuk mundur  dari kejuaraan itu.

Disebut-sebut, siswi SMP diminta lepas jilbab sebelum bertanding oleh juri. Dalam broadcast tersebut, ada beberapa  peserta kejuaraan karate yang mengenakan jilbab. Satu per satu dari mereka mepas jilbabnya karena iperintah oleh juri. Haya Auliya yang menolak, dia memilih untuk mundur dari arena.

Sontak saja hal itu langsung mendapat banyak pujian yang meluncur kepada Auliya. Mereka menyebut bahwa Auliya pemenang dari kejuaraan itu. Ia adalah petarung yang sesungguhnya karena memiliki tekad yang kuat dalam hal beragama.

Berita Terkini: Begini Penjelasan Panitia Soal Siswi SMP Diminta Lepas Jilbab Di Kejuaraan Karate !
Copyrigt©Facebook

Komentar lain juga muncul daru ustadz. Intinya yang ustadz menjelaskan kalau banyak atlet karate yang mengenakan hijab. Menurut World Karate-do Federation (WKF) memang ada aturan khusus terkait hijab. Biasanya atlet akan diberikan waktu 1-1,5 menit untuk mengganti hijabnya. Bila tidak mampu untuk memenuhi aturan itu, maka ia didiskualifikasi.

Kemudian ustadz itu juga mengatakan,mungkin saja ada pelatih atau official yang kurang paham dengan aturan itu. Wasit meminta atlet untuk mengganti hijabnya, bukan melepaskan hijabnya.

Kejadian terkait dengan siswi SMP diminta lepas jilbab saat kejuaraan karate itu juga dibenarkan oleh Ketua Pengurus Daerah Federasi karate-do Indonesia cabang Magetan, Pengayoman. Auliya adalah salah satu peserta kejuaraan karate piala Bupati magetan 2016 yang diselenggarakan oleh Forki Magetan di GOR Mageti pada 22-24 Desember lalu.

Pengayoman mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada perintah wasit untuk membuka hijab. Ada kesalahpahaman. Sehari sebelum pertandingan, panitia telah menyampaikan peraturan pertandingan sesuai dengan aturan resmi WKF yang salah satunya menyangkut penggunaan hijab untuk atlet putri.

Selesai technical meeting, seharusnya official mempersiapkan atletnya. Misalnya saja dia belum memiliki hijab, bisa membeli di sekitar GOR, ucap Pengayoman.

FORKI Jatim juga mengatakan hal serupa. Sekretaris Umum FORKI Jatim, Purwanto menjelang pertandingan didapati beberapa atlet mengenakan jilbab yang tidak sesuai dengan standar WKF yang telah disepakati dalam TM.

Jilbab yang sesuai dengan standar WKF yaitu menyerupai kerpus tetapi harus terlihat lehernya, itu bertujuan agar jika terjadi lebam akibat pukulan bisa diketahui atau lebih mengutamakan keselamatan atlet.

Tidak hanya itu, Purwanto yang juga menjad Komisi Wasit pertandingan karate itu juga mempersilahkan atlet untuk meminjam jilbab yang sesuai dengan standar WKF pada atlet lain jika tidak punya atau lupa membawa.

Baca Juga Berita Terkini: Misteri Perampokan Hingga Pembunuhan Sadis di Pulomas, Motifnya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here