Berita Terkini: Polri Koordinasikan Diri Telusuri Bantuan Ke Aleppo !

0
553
Copyrigt©VIVA

Bantuan Untuk Warga Sipil Aleppo Diduga Jatuh Ke Tangan Pemberontak ISIS !

Indowarta.com– Bantuan untuk warga Aleppo terus mengalir termasuk dari Tanah Air. Sayangnya bantuan tersebut diduga salah sasaran. Informasi ini disampaikan oleh Indonesia Humanitarian Relief (IRF). Oleh sebab itu Polri bersama pihak Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia di Suriah tengah melacak informasi tersebut.

Martinus Sitompul, selaku Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri mengatakan tengah mencari tahu kebenaran terkait pengiriman bantuan yang ditujukan untuk warga Aleppo. Seperti yang dikutip dari pernyataannya “info yang muncul, kita harus verifikasi. Apakah itu merupakan pengiriman dari Indonesia, kita akan bertanya dengan Kedubes di sana, info ini harus diverifikasi dan dinyatakan valid dulu”.

Hingga kini Martinus belum mendapatkan informasi yang pasti tentang pengiriman bantuan tersebut. Sehingga Polri akan melakukan proses verifikasi sebelum penyelidikan.

Seperti yang dikatakan Martinus, pihaknya akan melakukan validasi, verifikasi informasi, kemudian penyelidikan. Tidak lantas langsung melakukan tindakan terkait nyasarnya bantuan untuk Aleppo.

Berita Terkini: Bantuan Indonesia Untuk Aleppo Tak Sampai ke Warga Sipil ?
Copyrigt©ihr.foundation

Sebelumnya, media sosial dihebohkan adanya bantuan dari  Indonesia Humanitarian Relief (IHR) untuk warga Aleppo, Suriah. Bantuan tersebut digadang- gadang tidak sampai ke tangan warga sipil di Aleppo. Bahkan bantuan justru jatuh ke tangan kelompok teroris Jaysh Al Islam. Yang tak lain adalah anak cabang dari ISIS.

Publik makin diguncang dengan beredarnya video Euronews. Isinya terlihat bantuan dari Indonesia yang disita kelompok teroris ISIS. Kardus yang sebenarnya ditujukan kepada warga sipil Aleppo justru dinikmati para pemberontak.

Kardus tersebut bertuliskan Indonesia Humanitarian Relief (IHR). Dimana lembaga non pemerintahan tersebut didirikan dan dikelolan oleh aktivis kemanusiaan, paralegal, dan tokoh masyarakat.

Padahal dalam keadaan yang telah memporak porandakan akibat perang di Aleppo, warga sipil memerlukan uluran tangan. Mereka juga menuding para pemberontak ini merampas bantuan yang sebenarnya ditujukan kepada warga sipil.

Awalnya, warga menemukan makanan dan perlengkapan lainnya di sebuah kantor pusat di Al Kalasa. Diduga makanan dan perlengkapan tersebut berasal dari sejumlah negara.

baca juga :

Berita Terkini: Bantuan Indonesia Untuk Aleppo Tak Sampai ke Warga Sipil ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here