USBN, Jadi Wajah Baru Ujian Sekolah !

    0
    825
    USBN, Jadi Wajah Baru Ujian Sekolah !
    Copyright ©Merdeka

    USBN, Jadi Wajah Baru Ujian Sekolah !

    Indowarta.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan perubahan secara dalam pelaksanaan Ujian Nasional 2017 jenjang SMA. Yakni dengan memberikan kebebasan siswa untuk memilih mata pelajaran yang ingin diujikan.

    Mulai tahun depan, Kemendikbud akan menerapkan ujian sekolah berbasis nasional (USBN) untuk beberapa mata pelajaran. Pada tingkat SMP, mata pelajaran yang akan diujikan dalam USBN mencakup pendidikan agama, PPKn, dan IPS.

    Kemudian untuk tingkat SMA, USBN terdiri dari pendidikan agama, PPKn, Sejarah, dan tiga mata pelajaran yang sesuai dengan peminatan atau jurusan. Sedangkan untuk tingkat SMK, USBN meliputi pendidikan agama, PPKn, dan ketrampilan komputer.

    USBN, Jadi Wajah Baru Ujian Sekolah !
    Copyrigt©Netralnews

    Soal-soal dalam USBN nanti akan ada pertanyaan esai atau uraian. Meskipun merupakan ujian sekolah, USBN pemerintah pusat akan menitipkan 20 persen hingga 25 persen soal sebagai anchor. Untuk sisanya soal akan disusun oleh guru yang bergabung dalam MGMP di setiap daerah.

    Kepala Pusat Penelitian Pendidikan Kemendikbud Nizam menjelaskan, khusus untuk UN SMA, para siswa bisa memilih salah satu dari tiga mata pelajaran yang terdapat pada jurusan masing-masing (IPA, IPS, dan Bahasa). Meski pun begitu, ketiga pelajaran itu tetap akan diujikan dalam USBN.

    Sedangkan tiga mata pelajaran yang wajib diikuti oleh siswa SMA semua jurusan yaitu Matmatika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Kemudian untuk tingkat SMP, ada empat mata pelajaran yang akan diujikan, yakni matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan IPA.

    Guru besar bidang anak berbakat Rochmat Whab mengatakan, kebijakan dari Kemendikbud itu sebuah blunder. Dia mengatakan UN harus mengukur kemampuan anak sesuai penjurusan secara utuh.

    Rochmat menilai saat ini Kemendikbud tidak memilih arah dalam penyelenggaraan UN. Kemendikbud cenderung mengakomodir masukan dari kanan dan kiri kemudian mengabaikan kepentingan siswa. Dia sama sekali tidak sepakat bila hanya satu mata pelajaran sesuai penjurusan yang diujikan di UN.

    Menurutnya ketika usulan untuk memoratorium UN ditolak, Kemendikbud menjalankan UN yang sudah ada selama ini. tidak perlu untuk mengotak-atik formatnya. Karena format UN sudah cukup baik. perbaikan tinggal upaya teknis menekan kecurangan dan yang lain sebagainya.

    Baca Juga Bikin Heboh Di Sosial Media, Saat Ditilang Pengendara Bentor Nekat Serahkan SIM Sinetron Anak Jalanan !

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY