GNPF MUI Malah Minta Jokowi dan Jusuf Kalla Diperiksa Terkait Kasus Makar?

0
3198
Makar
Copyrigt©tribun

GNPF MUI Malah Minta Jokowi dan Jusuf Kalla Diperiksa Terkait Kasus Makar?

Indowarta.com– Beberapa saksi harus dimintai keterangan untuk membuktikan bahwa adanya rencana makar pada saat aksi Bela Islam Jilid III yang telah dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2016. Tidak ketinggalan juga dari pihak pemerintah. Hal ini telah disampaikan oleh penasihat hukum dari GNPF MUI yakni Kapitra Ampera.

Kapitra Ampera pada saat ditemui di Mapolda Metro Jaya pada hari Rabu 28 Desember 2016 mengatakan “Kami lihat aksi 212 juga dihadiri oleh presiden dan wakil presiden kalau keberadaan itu harus dijadikan saksi maka yang paling pantas presiden, wapres, Menko Polhukam, juga sebagai saksi karena dia melihat sendiri ada tidak peristiwa makar”.

Dirinya menjelaskan bahwa saksi merupakan orang yang mengetahui, mendengar, melihat langsung ada atau tidaknya suatu peristiwa pidana. Kapitra mengatakan “Saksi yang mengetahui yang melihat dan mendengar perbuatan seseorang”.

Sementara itu tersangka dugaan kasus makar yakni Sri Bintang Pamungkas masih enggan memberikan jawaban mengenai pertanyaan dari penyidik pada saat dimintai keterangan. Kuasa hukum dari Sri Bintang mengatakan  bahwa kliennya ini telah menolak apabila ditanyai mengenai soal makar.

Makar
Copyrigt© liputan6

Menurut Razman, Sir Bintang beranggapan bahwa pihak polisi ini harus bertanggungjawab apabila telah menetapkan seseorang sebagai tersangka. Sri Bintang sendiri dikabatkan lebih memilih untuk tetap ditahan selamanya dari pada menjawab pertanyaan dari penyidik mengenai dugaan makar ini. Razman mengatakan “Benar. Selagi hukum tidak ditegakkan, selagi polisi masih menurut kami melanggar hukum, mencari-cari hukum”.

Razman mengatakan bahwa pada saat era orde baru yang pada saat itu Presidennya adalah Soeharto, Sri Bintang sempat melakukan perlawanan. Namun pada saat itu dirinya tidak sampai ditahan. Razman juga telah mengatakan  bahwa pihaknya pada saat ini masih mepertimbangkan mengenai pengajuan praperadilan terkait dengan penetapan Sri Bintang sebagai tersangka.

Polisi telah meperpanjang masa penahanan dari Sri Bintang setelah memasuki hari ke 21. Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan bahwa perpanjangan penahan ini dilakukan karena pemberkasan perkara dari Sri Bintang ini masih belum selesai.

baca juga :

Berita Terkini: Kasus Makar Ditelusuri, Polisi Bakalan Periksa Bus Angkut Masa 212 ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here