Berita Terkini: Terima Uang Rp 200 Juta, Bupati Halmahera Utara Kena Incaran KPK !

    0
    643
    GOR Gelanggang Remaja

    Berita Terkini: Terima Uang Rp 200 Juta, Bupati Halmahera Utara Kena Incaran KPK !

    Indowarta.comBupati Halmahera Utara yakni Rudi Erawan kini telah disebut menerima uang sebesar Rp 200 juga dari Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XI Maluku dan juga Maluku Utara yakni Amran Hi Mustary. Komisi Pemberantasan Korupsi telah memastikan bahwa kini pihaknya akan membidik Rudi.

    Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selantan pada hari Rabu 28 Desember 2016 mengatakan “Kita akan menangani semua pihak yang menikmati aliran dana tersebut sepanjang unsur-unsurnya memenuhi”.

    Selain itu dirinya juga telah menerangkan bahwa ada beberapa pihak yang terlibat di dalam kasus bersama Amran. Namun pihak dari KPK hingga saat ini mengaku bahwa masih belum bisa menanganinya. Masih membutuhkan waktu dan juga strategi untuk bisa menangani hal tersebut.

    Karena perkembangan dari kasus yang signifikan ini, dirinya pun masih merasa enggan untuk menyampaikan siapa saja nanti akan ditangani terlebih dahulu. Namun Febri menjelaskan bahwa KPK pastikan tidak akan berhenti pada satu tesangka tertentu saja.

    Bakamla
    Copyright©deliknews

    Dalam dakwaan Amran Hi Mustary ini juga telah tertulis pemberian sebesar Rp 200 juta. Hal ini bermula dari Amran yang menghubungi Direktur Utama PT. Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir pada tanggal 10 Januari 2016 yang lalu. dia meminta bantuan uang sebesar Rp 100 juta. Kemudian Imran S Jumaidil yang merupakan rekan dari Amran ini sempat menghubungi Abdul Khoir untuk menanyakan apakah Amran sudah menghubunginya terkait dengan uang bantuan Rp 100 juta itu.

    Imran menjelaskan bahwa uang tersebut ini akan diberikan Terdakwa yakni Amran untuk membantu Rudi Erawan yang merupakan Bupati Halmahera Utara. Jaksa mengatakan bahwa pada tanggal 11 Januari yang lalu Imran telah menghubungi Khoir untuk memberitahukan bahwa adanya pemberian uang dari Direktur PT. Sharleen Raya (JECO Group) Hong Arta John Alfred untuk Amran sebesar Rp 100 juta.

    Atas perbuatan itu, Amran pun telah didakwa melanggar Pasal 11 Undang-Undang RI nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

    baca juga :

    Begini Reaksi Novel Bamukmin Usai kena Teguran Dari Hakim Dalam Sidang Ahok !

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here