Berita Terkini: Penulis Buku Jokowi Undercover Bermotif Menarik Perhatian Rakyat, Dijerat 2 UU Sekaligus !

0
1284
jokowi undercover
Copyrigt©adibsusilasiraj

Isi Buku Jokowi Undercover Berdasarkan Persepsi Pribadi Bukan Data Ahli !

Indowarta.com– Penulis buku Jokowi Undercover berhasil diamankan polisi. Pasalnya pelaku telah diduga telah menyebarkan informasi yang isinya ujaran kebencian terhadap Presiden RI Joko Widodo.

Hal ini diungkapkan oleh Kepal Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto. Tersangkan atas nama Bambang Tri Mulyono kini diamankan di rutan Polda Metro Jaya.

Penulis Jokowi Undercover diketahui menuding Jokowi sudah memalsukan data ketika mengajukan sebagai calon presiden 2014 lalu. Bahkan Bambang menyebut Desa Giriroto Boyolali adalah basis PKI paling kuat di Tanah Air.

Rikwanto menegaskan bahwa apa yang ditulis dalam buku Jokowi Undercover merupakan data atas sangkaan pribadi. Bukan berdasarkan dokumen pendukung. Dalam tulisannya Bambang juga menyebutkan bahwa ketenaran Jokowi dan Jusuf Kalla merupakan hasil kerja keras media massa dalam melakukan kebohongan terhadap publik.

jokowi undercover
Copyrigt©seuramoenews

Dalam buku tersebut murni persepsi dan perkiraan Bambang dan bukan dari keahlian yang sesuai. Ia merampungkan tulisannya dengan motif agar bukunya menarik perhatian masyarakat.

Atas perbuatannya Bambang dijerat pasal 16 UU No 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Pasal tersebut menyebutkan barang siapa saja yang menunjukkan kebencian terhadap ras dan etnis tertentu akan dipidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak 500 juta rupiah.

Selain itu penulis Jokowi Undercover juga dijerat pasal 28 ayat 2 UU ITE. Dengan alasan pelaku telah menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu ata kelompok masyarakat tertentu berdasarkan unsur SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan).

Dalam kasus ini, Polri sudah memeriksa dua anggota Polda Jawa Tengah yakni Michael Bimo sebagai pelapor dan saksi.

Sedangkan beberapa saksi lainnya yang dihadirkan adalah ahli ITE, ahli bahasa, ahli sejarah, ahli pidana, dan ahli sosiolog. Sebagai barang bukti Polisi menyita sejumlah komputer, telepon seluler, flashdisk, buku Jokowi Undercover, dokumen yang digunakan Presiden Jokowi saat pendaftaran pilpres dari KPU Pusat, KPUD DKI Jakarta, dan KPUD Surakarta.

baca juga :

Berita Terkini: Presiden Jokowi Himbau Media Online Penyebar Berita Kebohongan Harus Dievaluasi !

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY