Berita Terkini: Riset JPMorgan Chase Bank yang Berujung Pemutusan Kontrak Oleh Sri Mulyani !

0
838
JPMorgan
Copyrigt©tribunnews

Berita Terkini: Riset JPMorgan Chase Bank yang Berujung Pemutusan Kontrak Oleh Sri Mulyani !

Indowarta.comJPMorgan Chase Bank ini harus menerima konsekuensi dari riset tentang kondisi perekonomian di Indonesia pada beberapa waktu yang lalu. Menteri Keuangan Indonesia yakni Sri Mulyani telah memutuskan bahwa akan mengakhiri seluruh hubungan kemitraan dengan JPMorgan.

JPMorgan telah mengeluarkan hasil riset yang berjudul “Trump Forces Tactical Changes” pada tanggal 13 November 2016 yang lalu. Riset yang dilakukan ini telah ditujukan oleh para investor JPMorgan.

Paparan riset tersebut diawali dengan menjelaskan mengenai efek dari terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat. Hal ini telah membuat pasa keuangan dunia mengalami pergejolakan terutama adalah pada negara berkembang.

Imbal hasil (yield) Obligasi bertenor 10 tahun ini akan bergerak dengan cepat dari 1,85 persen akan bergerak menjadi 2,15 persen. Hal ini telah meningkatkan resiko atas negara berkembang seperti Brazil, Turki dan lainnya termasuk juga Indonesia.

Kemudian JPMorgan telah memangkas peringkat surat utang atau yang disebut dengan obligasi ini beberapa negara. Pada negara Brazil telah turun satu peringkat dari overweight menjadi netral. Begitu juga dengan negara Turki yang dari netral menjadi ke underweight akibat dari gejolak politik yang terjadi cukup serius.

Sementara itu untuk Indonesia ini telah dianggap berada di posisi yang cukup buruk yakni dari overweight nenjadi underweigh yang turun dua peringkat. Malaysia dan Rusia bahkan telah dinaikkan peringkatnya menjadi overweight lalu Afrika Selatan tetap dalam posisi netral.

JPMorgan
Copyrigt©efekgila

Perlu diketahui bahwa overweight ini berarti selama 6 hingga 12 kedepan, pasar keuangan akan bergerak diatas rata-rata ekspektasi dari para analis. Netral berarti dalam rentang yang sama dan pergerakannya akan sesuai dengan ekspekstasi. Sedangkan Underweight adalah dibawah ekspekatasi atau diperkirakan akan lebih buruk lagi.

Berdasarkan riset yang menyebutkan bahwa Indonesia akan turun jauh ini, maka JPMorgan telah memberikan saran kepada para investor agar membeli surat utang dari negara lain yang lebih baik. Atas hal ini, respon pun telah dikeluarkan Menteri Keuangan Sri Mulyani melalui surat Menteri Keuangan Nomor S-1006/MK.08/2016 tanggal 17 November 2016. Di dalam surat itu Sri Mulyani menyebutkan bahwa riset tersebut telah menimbulkan potensi mengganggu stabilitas sistem keuangan Indonesia.

baca juga :

Berita Terkini: PDIP Langsung Pecat Bupati Klaten Yang Kena OTT KPK !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here